Cabor Unggulan Hilang, KOI Minta Hasil SEA Games 2017 Bukan Acuan Asian Games
Dalam pertemuan itu, Indonesia mengusulkan 13 cabang olahraga yakni balap sepeda (MTB dan BMX), judo, rowing, gulat, baseball (kategori II), bridge, muaythai, kempo, perahu naga (Kategori III), jetski, paragliding, sport climbing, dan tarung drajat (non-kategori).
Akan tetapi, hanya BMX, judo, dan muaythai yang diterima. Terkait hal tersebut, Komite Olimpiade Indonesia (KOI) melalui Sekjennya, Dodi Iswandi menyatakan bahwa apapun hasil yang diperoleh para atlet di SEA Games 2017 nanti tidak bisa dijadikan tolak ukur pada ajang Asian Games 2018.
“Jangan jadikan hasil SEA Games nanti itu acuan untuk raihan prestasi ke Asian Games. Karena untuk pertandingan nomor unggulan kita di Asian Games itu dikebiri pada SEA Games 2017 mendatang, sehingga kita tidak bisa lihat progresnya secara menyeluruh,” ujarnya saat ditemui media di Kantor KOI, Senayan, Jakarta.
Sementara itu mengenai usalan cabor brigde, Dodi sangat menyayangkan sikap tuan rumah Malaysia yang menolaknya dengan alasan identik dengan perjudian.
“Brigde itu kalau diskapi secara bijak dari sisi olahraganya cukup menjanjikan, tapi kalau alasan judi segala macam itu kan marak terjadi di banyak cabang olahraga. Kasarnya kalau mau pindahkan saja venuenya ke daerah Genting Highland (tempat judi terbesar di Malaysia),” tutur Dodi Iswandi.
Dengan keputusan SEA Games Council Meeting, SEA Games 2017 Kuala lumpur, Malaysia akan mempertandingkan 38 cabor dengan masing-masing 208 event kompetisi putra dan 177 putri.
Dari 38 cabor, yang kembali diperlombakan setelah absen pada SEA Games 2015 di Singapura adalah cricket (T20 & T50), track cycling, futsal, hoki es, ice skating, karate (kumite dan kata), lawn bowl, muaythai, dan angkat berat putra.
Sedangkan cabor yang dihilangkan adalah kano, floorball, rowing, softball, dan perahu naga. Total ada 1.332 medali yang akan dibagikan, dan 403 di antaranya adalah medali emas dalam multievent yang digelar pada 19-31 Agustus 2017 itu.