3 Jenis Olahraga yang Cocok untuk Tumbuh Kembang Anak
Bertepatan dengan Hari Anak Nasional yang jatuh pada hari ini, Sabtu, 23 Juli 2016, redaksi INDOSPORT coba angkat bagaimana olahraga memiliki peran penting untuk tumbuh kembang generasi penting bangsa dan negara ini.
Olahraga memang menjadi salah satu hal penting yang wajib untuk dilakukan anak-anak untuk tumbung kembang mereka. Maraknya game-game yang 'menjajah' anak-anak saat ini harus bisa difilter dengan kegiataan olahraga.
Untuk bisa membuat anak lebih banyak bergerak dan lebih sehat dibanding hanya mematung depan gadget mereka ialah dengan melakukan sejumlah kegiatan olahraga yang cocok untuk tumbuh kembang mereka.
Sejumlah olahraga diyakini bisa membuat tumbuh kembang anak jadi lebih baik, selain itu juga bisa membuat anak menjadi lebih sehat secara jasmani dan rohani.
Berikut 3 jenis olahraga yang cocok untuk tumbuh kembang anak untuk pembaca setia INDOSPORT:
1. Lari dan meloncat
Jenis olahraga yang paling sederhana yang bisa dilakukan oleh anak-anak untuk perkembangan tumbuh kembang mereka ialah berlari dan meloncat-loncat.
Aktifitas seperti ini memang sangat lazim dilakukan oleh anak-anak sedari umur 1-5 tahun. Seperti dilansir dari livestrong.com, kegiatan olahraga lari dan meloncat diyakni bisa membuat pertumbuhan tulang anak menjadi lebi baik.
Menurut pusat medis di Amerika Serikat, hampir 30-40 juta anak-anak di Amerika Serikat diajak berpartisipasi untuk melakukan lari dan meloncat secara teratur. Nantinya, anak-anak ini terus mengembangkan kemampuan mereka di bidang olahraga tersebut.
2. Memanjat dan bermain air
Untuk anak-anak di usia 2-3 tahun, salah satu olahraga sederhana yang bisa dilakukan ialah memanjat dan bermain dengan air. Untuk orang tua, saat anak di fase ini jangan dilarang, tugas orang tua hanya sekedar mengawasi.
Di fase ini, anak akan mencoba hal-hal yang lebih menantang dan memacu adrenalin mereka. Biasakan anak untuk diajak ke kolom renang untuk membuat mereka jadi terbiasa dan ke depan menjadi suka dengan olahraga renang.
Badan PBB yang fokus ke anak-anak, UNICEF sebenarnya sudah memiliki fokus untuk mengkampanyekan hal ini. Membuat sejumlah olahraga seperti renang menjadi alat untuk menciptakan generasi muda yang lebih kreatif, sehat dan memiliki ketrampilan teknis di bidang olahraga.
3. Bela diri
Selain sepakbola, salah satu olahraga yang disarankan untuk anak-anak yang dimasa tumbuh kembang ialah bela diri. Seperti dilansir dari mayoclinic.org, saat anak di fase usia 6-9 tahun, olahraga belad diri bisa diajarkan kepada orang tua.
Di usia ini, anak-anak biasanya memiliki masa transisi untuk meningkatkan kemampuan fisik mereka dan bela diri jadi salah satu alternatif untuk menyalurkan hal tersebut.
Selain itu, bela diri juga menjadi hal yang bagus untuk perlindungan kepada anak di usia tersebut, pasalnya di usia tersebut anak-anak di fase rentan sebagai korban tindakan tidak terpuji.