Raih Triple Treble, Bolt Setara dengan Ali dan Pele?
Bolt tak lekang oleh waktu. Di usianya yang akan berumur 30 tahun, kecepatannya masih terjaga dengan baik dan masih menyandang status manusia tercepat dunia. Ia kembali mencatatkan prestasi gemilang di Olimpiade 2016, yang berlangsung di Rio de Janeiro, Brasil.
Pengagum Manchester United itu kembali meraih treble alias tiga raihan beruntun, dan melengkapi status juara lari nomor 100 meter serta 200 meter, dengan raihan lari estafet 4x100 meter di Olimpiade Rio 2016. Bolt pun meneruskan kiprah gemilangnya saban mengikuti Olimpiade, setelah meraih prestasi yang sama di Olimpiade Beijing 2008, dan Olimpiade London 2012.
Prestasi gemilang yang dicatatkannya itu pun memunculkan perbandingan, akan kepantasan Bolt disesejarkan dengan atlet olahraga terbaik sepanjang masa, seperti Muhammad Ali di ajang tinju, dan Pele di sepakbola. Harapan itu sudah diutarakan Bolt setelah memenangi lari 200 meter.
“Apa lagi yang saya lakukan untuk menunjukkan kepada dunia bahwa saya yang terbaik? Saya mencoba menjadi salah satu yang terbaik (atlet). Berada di antara Muhammad Ali dan Pele,” ucap Bolt.
Salah satu prasyarat yang tidak tertulis, untuk menjadi atlet atau legenda olahraga terbaik sepanjang masa, adalah pengakuan masyarakat. Bolt sudah mendapatkannya saat ini. Selain itu, adalah karakter kuat yang menjadi ciri khas sang atlet di era kejayaannya.
Apakah Bolt telah memiliki seluruh atribut untuk menjadi atlet terbaik sepanjang masa? Berikut INDOSPORT membeberkan faktor-faktor kuat, yang dapat membuat dunia mengakui, bahwa Bolt termasuk salah satu atlet terbaik sepanjang masa:
1. Gaya Khas
Bolt tak kalah dengan atlet-atlet hebat lainnya dalam masalah gaya, saat melakukan selebrasi. Gaya laiknya seorang pemanah yang ingin menembak bintang, membentangkan tangan ke samping, dan membungkukkan badan ke arah yang berlawanan. Sudah menjadi ciri khas Bolt.
Ia kerap melakukannya dengan mengenakan bendera Jamaika, dan posenya itu tenar di seluruh dunia, diikuti oleh banyak penggemar Bolt.
2. Bergelimang Prestasi
Saat Olimpiade Tokyo berlangsung pada 2020, usia Bolt akan berumur 34 tahun dan kecepatannya mungkin tak secepat saat ini. Namun sebelum berbicara lebih jauh untuk empat tahun ke depan, Bolt sudah meraih banyak prestasi dari kejuaraan dunia, hingga olimpiade.
Bolt mulai mengukir namanya saat Kejuaraan Dunia Junior yang berlangsung pada 2002. Ia menjadi yang tercepat di lari nomor 200 meter, dan dua kali menjadi runner up lari estafet 4x100 meter, serta 400 meter. Setelahnya, Bolt terus berlatih dengan keras mengembangkan performanya.
Pemain yang dikenal dengan julukan Lightning Bolt itu pun merasakan berkah dari usaha kerasnya, untuk jadi pelari dan atlet terbaik dunia. Sejak mengikuti Olimpiade untuk pertama kalinya pada 2008 di Beijing, China. Bolt langsung mencatatkan tinta emas dengan prestasi-prestasi yang telah diraihnya.
Rekor capaian waktu terbaik dari satu perlombaan ke perlombaan berikutnya, memunculkan julukan baru baginya, yakni sebagai manusia tercepat dunia.
3. Tempaan Hidup yang Keras
Ali dan Pele sama-sama memiliki latar belakang yang keras. Keduanya tidak lahir langsung dari keluarga kaya raya, dan langsung dijamin menjadi atlet. Baik Ali maupun Pele sama-sama melalui pahitnya kehidupan, bekerja keras untuk mencapai puncak dunia.
Pun demikian dengan Bolt yang lahir di Sherwood Content, Trelawny, Jamaika. Kota kecil yang berada di pinggiran utara Jamaika. Terlahir dari kota kecil, Bolt memiliki motivasi kuat untuk mencapai puncak dunia, mengejar kesuksesan dengan memaksimalkan potensi yang dimilikinya, dan melalui pahit manis kehidupan.
Juara dunia 11 kali itu sadar, bahwa kariernya takkan lama lagi, mengingat usianya akan berumur 30 tahun. Bolt pun telah memberi indikasi bahwa ia mungkin, mengakhiri kariernya di Kejuaraan Dunia yang berlangsung di London pada 2017.
4. Brand Dunia
Dari statusnya sebagai pemain terbaik dunia, hingga gayanya saat melakukan selebrasi. Bolt telah menjadi brand dunia, dan banyak sponsor yang menggandengnya, seperti Gatorade, Puma, Nissan, Hublot, Visa, Virgin Media, Optus, dan All Nippon Airways (Jepang).
Bolt bahkan memiliki emoji dengan ekspresi dan gestur tubuhnya saat berlari. Sudah bukan rahasia lagi, jika ingin dikenang dunia sebagai atlet terbaik sepanjang masa, maka sang atlet juga harus populer di mata dunia.
5. Warisan Banyak
Karier Bolt sebagai pelari telah berlangsung selama 12 tahun, dan ia telah menghibur jutaan orang di seluruh dunia. Dari segi simpanan uang, Bolt diperkirakan memiliki penghasilan tahunan sebesar 30 juta dollar Amerika Serikat, atau setara Rp394 miliar. Ia menempati ranking 32 Forbes, sebagai atlet dengan bayaran tertinggi dunia.
Bukan hanya dari segi keuangan yang telah mencukupi, Bolt juga berandil besar dalam aktivitas social. Pada 2015 ia pernah memberikan 1,3 juta dollar Amerika Serikat, kepada sekolahnya dahulu, dan memberikan perlengkapan kriket serta sepakbola.
Bolt juga telah membuka lapangan bermain untuk beranekaragam olahraga di Jamaika, memberikan bantuan untuk penderita penyakit jantung, dan menyumbangkan uangnya untuk pusat kesehatan Jamaika.
Banyaknya peninggalan Bolt itu akan selalu dikenang masrayakat dunia, dan ketika Bolt pensiun nanti, ia bisa dikenang sebagai salah satu atlet terbaik sepanjang masa.