GBLA Butuh Penambahan Listrik dan Air
Pengelola Stadion GBLA Gedebage Bandung, Gatot Prasetyo mengatakan sejauh ini kedua faktor tersebut memang menjadi permasalahan.
"Ini sedang dipelajari oleh teknisi-teknisi kami. Karena memang acara sebesar ini (pembukaan PON) perlu adanya penambahan," ujar Gatot kepada INDOSPORT.
Seperti halnya listrik, Gatot mengatakan listrik di Stadion GBLA dipastikan perlu ditambah. Sebab, acara pembukaan PON memerlukan daya listrik yang cukup besar.
"Apalagi ada laser dan sound system lainnya, tentunya ada beban tambahan. Kami sedang menghitung berapa yang diperlukan, di sini PLN juga dilibatkan," katanya.
"Sebelumnya kan GBLA hanya dipakai untuk pertandingan Persib, listriknya tidak terlalu besar hanya lampu sorot dan ruangan. Sekarang pasti lebih besar lagi, jadi harus ada penambahan," tambahnya.
Hal yang sama akan dilakukan untuk penambahan atau perbaikan air, karena kadar air di Stadion GBLA sendiri memang belum terlalu bagus dan masih terasa asam jika dirasakan. Maklum Stadion GBLA sendiri sebelumnya tanah rawa.
"Untuk air, kita juga libatkan PDAM dan bapak Wali Kota Bandung (Ridwan Kamil) untuk mempelajari suplai air dan segala macamnya," jelasnya.
Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan mengatakan upacara pembukaan dan penutupan gelaran PON XIX/2016 akan dihelat di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).
Namun pria yang akrab disapa Aher itu menyatakan, hanya perlu sedikit pembenahan sebelum siap digunakan.
Aher mengatakan, beberapa di antaranya berupa persoalan teknis yakni kekurangan air dan listrik. Hal tersebut segera dibenahi dan ditargetkan selesai sebelum upacara pembukaan PON XIX digelar.
Sementara untuk kondisi bangunan sendiri, lanjut Aher sudah tidak ada masalah sehingga pembukaan dan penutupan PON XIX/2016 dipastikan akan gebyar.