Bonus 'Nyeleneh' Bagi Peraih Medali Olimpiade
Bonus bagi peraih medali di ajang olimpiade merupakan salah satu bentuk apresiasi terhadap prestasi yang diraih atlet. Pemerintah Indonesia memberikan bonus Rp5 miliar bagi Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir yang meraih medali emas di ajang Olimpiade.
Serupa, Pemerintah Singapura juga menyiapkan bonus hingga 753.000 dolar AS atau setara hampir Rp10 miliar bagi atletnya yang meraih medali emas di Olimpiade 2016.
Meski masih berbentuk uang, Thailand dan Filipina tidak memberikan bonus kepada atlet peraih medali emas dalam sekali pembayaran. Pemerintah kedua negara membayarnya dalam bentuk gaji selama 20 tahun.
Namun menariknya, tidak semua bonus yang diterima atlet peraih emas Olimpiade berupa uang. Tontowi/Liliyana juga menerima bonus tiket pesawat gratis sepanjang hayatnya.
Selain itu, masih ada bonus-bonus unik lainnya yang diterima para atlet peraih medali. Berikut INDOSPORT merangkumnya.
1. Tiket Pesawat Gratis
Ganda campuran Indonesia peraih medali emas Olimpiade Rio 2016, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir tidak hanya mendapat bonus Rp5 miliar dari pemerintah Indonesia. Mereka juga mendapat sejumlah hadiah dari perusahaan swasta. Salah satunya dari maskapai internasional yang berbasis di Malaysia, AirAsia. Owi/Butet mendapat tiket gratis seumur hidup.
"Mereka telah membuktikan bahwa kita dapat mencapai apapun selama kita tetap percaya diri dan berusaha tanpa mengenal lelah untuk mewujudkan mimpi. Atas sumbangsih mereka tersebut, setidaknya inilah yang dapat AirAsia persembahkan bagi mereka," sahut Tony Fernandes, pemilik AirAsia.
Owi/Butet sukses meraih medali emas di cabang bulutangkis nomor ganda campuran, usai menekuk pasangan Malaysia, Chan Peng Soon/Goh Liu Ying dalam dua set langsung, 21-14 dan 21-12.
2. Sosis dan Bir Gratis
Negara-negara barat umumnya tak memberikan bonus. Akan tetapi ada hal yang cukup unik dimana para peserta diberi suatu keistimewaan seperti yang dilakukan oleh Rusia. Di negeri Beruang Merah, para juara Olimpiade memperoleh kemungkinan maju ke bidang lain seperti panggung politik.
Sementara itu di Belarusia, pada tahun 2008 lalu, sebuah perusahaan sosis menawarkan pasokan sosis seumur hidup bagi atlet negara tersebut jika mampu meraih medali Olimpiade. Sementara itu atlet Jerman peraih medali emas akan mendapatkan suplai bir seumur hidup.
Bonus bir dan sosis seumur hidup bukan didapat dari pemerintah Jerman atau Belarusia, melainkan dari sponsor. Belatmit yang merupakan produsen sosis sponsor kontingen Belarusia, menyatakan siap memberi atlet peraih medali emas suplai sosis seumur hidup.
"Kami belum tahu bagaimana mekanismenya, kami akan memberikan atlet produk kami. Kami akan berbicara dengan sang atlet terkait produk yang mereka sukai," ujar direktur Belatmit, Boris Tsiporin, seperti dilansir dari Reuters.
3. Senjata, Apartemen Hingga Bebas Wajib Militer
Korea Selatan memiliki program wajib militer yang harus diikuti semua warga negaranya, termasuk para atlet. Pada umumnya, masyarakat yang sudah memenuhi syarat akan mengikuti wajib militer selama dua tahun. Namun bagi para atlet peraih medali, Korea memberikan kelonggaran dengan hanya menjalani wajib militer selama empat minggu berupa pelatihan dasar.
Lain lagi di Kazakhstan. Pemerintah menyiapkan apartemen untuk para atlet peraih medali olimpiade. Peraih emas akan mendapatkan apartemen tiga kamar tidur, perak dengan dua kamar tidur dan perunggu harus puas dengan apartemen satu kamar tidur.
Namun ada yang cukup menggelikan bagi peraih medali perak Ukraina, Sergiy Kulish. Menurut harian Ukraina, Segodnya, Kulish akan menerima sekitar Rp1 miliar tunai dan satu unit apartemen baru. Tak jelas, ada berapa kamar di apartemennya, namun penembak Ukraina Kulish juga akan diberikan hadiah lebih praktis dari pemerintah setempat yakni sebuah senapan baru.