x

Jenis Olahraga yang Bisa Dilakukan Calon Haji di Cuaca Ekstrim Arab Saudi

Kamis, 1 September 2016 17:12 WIB
Editor:

Dirjen Pelaksana Haji dan Umroh Kementerian Agama, Abdul Djamil seperti dilansir dari Tribunnews.com mengatakan bahwa calon haji tahun ini harus mempersiapkan diri sebaik mungkin pasalnya mereka akan menghadapi cuaca panas di Arab Saudi. 

Cuaca panas juga akan terjadi hingga tiga tahun ke depan, mengingat hari raya Idul Adha terus maju setiap tahunnya dan setelah itu, Arab Saudi baru memasuki musim dingin.

Selain memeriksakan kesehatan, calon haji juga bisa melakukan sejumlah gerakan ringan olahraga yang membuat mereka tetap bugar saat melaksanakan rangkaian ibadah haji di tanah suci, Mekkah, Arab Saudi. 

Meski memang cukup riskan untuk melaksanakan olahraga di cuaca panas karena akan bisa memicu stroke, namun olahraga tetap harus dilaksanakan agar daya tahan tubuh tetap terjaga. 

Berikut sejumlah geraka olahraga dan hal-hal yang bisa disiapkan calon haji untuk menjaga tubuh tetap bugar saat melaksanakan ibadah haji untuk pembaca setia INDOSPORT: 


1. Lakukan gerakan ringan

Ilustrasi

Berdasar penelitian ahli kesehatan, Dr Scott Holmberg dari Pharos Pharmacy, gangguan bisa terjadi saat seseorang tengah berolahraga di cuaca panas. 

Gangguan yang sering terjadi adalah Heat Exhausting yaitu gangguan ringan yang terjadi beberapa hari akibat ketidakseimbangan cairan yang keluar dengan yang masuk. Biasanya tubuh kita sudah membangun keseimbangan dengan pemekatan cairan darah. 

Menurut Dr Scott, olahraga tetap bisa dilakukan di cuaca panas, asalkan,

"Olahraga boleh, tetapi perhatikan sinyal tubuh. Saat mulai letih atau lemah, hentikan kegiatan dan segera berpindah ke tempat yang lebih sejuk," kata Dr Scott Holmberg.

Calon haji mungkin bisa manfaatkan waktu di pagi hari untuk melakukan sejumlah gerakan ringan. Menurut Cedric X Bryant PhD, pakar olahraga dari American Council, memilih waktu yang tepat sangat penting karena akan mengurangi dampak negatif dari tingginya suhu udara. Selain pagi hari atau bahkan subuh, sore hari juga dapat menjadi alternatif.


2. Olahraga luar ruangan

Salah satu keindahan alam di etape III Tour de Singkarak (TdS) 2016.

Bagi calon haji yang kini sudah berada di tanah suci, Mekkah, Arab Saudi tentu merasakan betul bagaimana cuaca panas menerjang. Laporan terbaru menyebutkan bahwa suhu di Arab Saudi kini mencapai 44 derajat celcius dengan kecepatan angin hanya 3km/jam. 

Meski begitu, calon haji ternyata masih bisa melakukan olahraga di luar ruangan. Sejumlah olahraga luar ruangan bisa dilakukan oleh calon haji, diantaranya, renang, bersepeda, dan dayung. 

Alasannya, di luar ruangan tersebut akan membuat kita secara psikologis tidak merasa terkungkung di dalam ruangan yang panas dan pengap. 

Namun seperti dilansir dari cleo.co, sebelum melakukan olahraga di luar ruangan, calon haji wajib minum satu atau dua gelas air. Jangan lupa membawa botol berisi air dan minumlah setiap lima belas menit sekali bahkan saat Anda tidak haus dan sedang berolahraga dalam air. Setelah selesai, minumlah kembali beberapa gelas air.


3. Lari

Sa

Riset yang diterbitkan di  European Journal of Applied Physiology oleh peneliti Australia menunjukkan bahwa suplemen dapat sedikit banyak melindungi kerusakan pencernaan yang umumnya diasosiasikan dengan olahraga dan cuaca panas.

Artinya calon haji, bisa berolahraga lari di waktu-waktu luang usai mereka melaksanakan ibadah wajib. Calon haji tak perlu khawatir karena dengan berlari, hormon probiotik dapat memperbaiki fungsi pencernaan dan melindungi lapisannya dari kerusakan.

Selain itu lari akan sangat berguna bagi calon haji, pasalnya sejumlah rangkaian ibadah haji membutuhkan otot kaki yang kuat, seperti melontar jumroh, Sa'i, dan Thawaf. 


4. Hindari gerakan Kardio

Sa'i, salah satu rangkaian dari ibadah haji umat Islam di Arab Saudi.

Ketika berolahraga dalam suhu tinggi, yang calon haji butuhkan adalah jantung yang bekerja dengan baik untuk memompa darah sebanyak mungkin dan tak ada masalah dengan detak jantung. 

Untuk menghindari stres yang tidak diharapkan pada jantung, cobalah menurunkan intensitas olahraga dan kurangi waktu latihan kardio

LariIbadah Haji

Berita Terkini