x

Deretan Atlet Indonesia yang Banting Setir ke 'Dunia Lain'

Jumat, 16 September 2016 14:00 WIB
Editor:

Jalan hidup seorang manusia tidak ada yang bisa mengetahui kecuali Tuhan Yang Maha Esa. Kita mungkin bisa berencana, namun di masa depan belum tentu apa yang kita rencanakan tersebut berjalan sesuai keinginan.

Begitupula dengan kehidupan seorang atlet. Di masa muda, mereka mungkin aktif di dunia olahraga dan raih banyak gelar bergengsi, namun ketika tua tidak sedikit dari antara mereka meninggalkan profesi yang sudah membesarkan namanya tersebut.

Uniknya, meskipun menjajal dunia yang mungkin tidak mereka bayangkan, tidak sedikit dari antara mereka yang mendulang kesuksesan. INDOSPORT pun coba hadirkan beberapa atlet asal Indonesia yang kini berprofesi di luar bidang olahraga namun juga mendulang kegemilangan: 


1. Livi Zheng

Livi Zheng, mantan atlet Karate yang kini jadi sutradara film.

Indonesia bisa berbangga diri karena memiliki seorang sineas muda bernama Livi Zheng yang karyanya mampu bersaing dengan film-film buatan Hollywood. Ya, wanita kelahiran Malang, 3 April 1989 ini merupakan seorang sutradara sekaligus aktris yang aktif di dunia perfilman mancanegera.

Tapi tahukah Anda, sebelum memulai karier di dunia perfilman, Livi Zheng merupakan salah satu atlet beladiri karate.

Deretan prestasi pun sudah banyak ia koleksi. Tercatat ketika masih menimba ilmu di Amerika Serikat ia pernah mewakili sekolahnya, Livi sudah mengoleksi 25 medali.

Sejumlah kompetisi bergengsi pun sudah pernah ia juarai, diantaranya 36th Annual Shorinryu Open Karate Championships pada 2009 dan Washington State Karate Federation Invitational Tournament pada 2010.

Kini, Livi Zheng sendiri tengah disibukan dengan proyek film terbarunya. Nantinya, olahraga tradisional asal Madura, karapan sapi akan dimasukan Livi Zheng ke dalam salah satu adegan film barunya tersebut.


2. Iko Uwais

Mantan atlet pencak silat, Iko Uwais yang kini jadi aktor laga.

Bagi Anda yang sudah menyaksikan film Star Wars: The Force Awakens tentunya ingat salah satu adegan yang menampilkan aktor asal Indonesia, Iko Uwais.

Ya, dalam film tersebut, Iko Uwais bersama dengan aktor Indonesia lainnya, Yayan Ruhian tampil sebagai salah satu tokoh antagonis.

Sebelum memulai kariernya di dunia layar lebar, Iko Uwais ternyata sempat menjadi seorang atlet olahraga tradisional Indonesia, Pencak Silat. Ketertarikan suami penyanyi, Audy Item dengan olahraga beladiri tersebut tidak lepas dari lingkungan masyarakat Betawi tempat ia dibesarkan.

Ia pun mulai berlatih ilmu pencak silat sejak usia 10 tahun di sebuah perguruan Tiga Berantai, yang kebetulan diasuh oleh pamannya sendiri.

Sebagai seorang atlet pencak silat, Iko pun memiliki prestasi yang cukup gemilang. Ia pernah menempati peringkat tiga dalam sebuah turnamen pencak silat tingkat DKI Jakarta pada 2003 silam. Tidak berhenti disitu, Iko pun sempat dinobatkan menjadi pesilat terbaik pada 2005 di pentas Kejuaraan Silat Nasional.

Ketangkasannya dalam pencak silat itulah yang membuat seorang sutradara film asal Wales, Gareth Evans tertarik untuk mengajaknya menjejaki karier di dunia perfilman.


3. Utut Adianto

Utut Adianto, mantan Grandmaster (GM) yang kini jadi wakil di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR).

Bagi pecinta olahraga catur di Indonesia, tentunya sudah tidak asing lagi dengan nama Utut Adianto. Pria kelahiran 16 Maret 1965 ini merupakan Grandmaster (gelar tertinggi dalam olahraga catur) Indonesia yang ia capai ketika masih berusia 21 tahun.

Sebagai seorang atlet catur, prestasi Utut di pentas Internasional sudah tidak terhitung lagi. Beberapa prestasi terbaiknya ialah menjuarai Zona Asia Pasifik di Genting Highland, Malaysia pada 1995 silam dan menyandang predikat Super Grand Master dengan peringkat Elo 2.600.

Menduduki peringkat Elo 2.600 membuat kehidupan ekonomi Utut semakin baik. Pada 1997, Utut meraih prestasi terbaiknya dengan menduduki peringkat 39 dunia dengan Elo rating 2615. Sekedar informasi, Elo merupakan angka yang menggambarkan kekuatan seorang pecatur.

Utut sendiri pernah memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) dengan bertarung melawan 833 orang sendirian di Surabya pada 1998 silam.

Kini, selepas pensiun dari olahraga catur, Utut aktif di bidang politik. Pada 2009, ia bergabung dengan Partai  Demokrasi Indonesia Perjuangan dan terpilih menjadi anggota Komisi X DPR-RI yang mengurus bidang pendidikan, perpustakaan, ekonomi kreatif, pemuda dan olahraga periode 2009-2014.

Kinerjanya yang bagus saat menjabat pun membuatnya kembali terpilih pada Februari 2016 dan dipercaya menjadi pimpinan Komisi X dan memegang posisi sebagai wakil ketua.


4. Yayuk Basuki

Mantan petenis nasional, Yayuk Basuki yang kini jadi anggota komisi X DPR RI.

Wanita kelahiran Yogyakarta, 30 November 1970 ini merupakan salah satu petenis terbaik yang pernah dimiliki oleh Indonesia. Berkat penampilannya, lagu Indonesia Raya pernah empat kali berkumandang di ajang Asian Games dari cabang olahraga tenis.

Selepas pensiun dari olahraga yang telah membesarkan namanya pada 2013 lalu, Yayuk pun memutuskan terjun ke dunia politik. Keputusan tersebut ia pilih lantaran merasa perkembangan olahraga di Tanah Air cukup miris dan kerap menjadi ladang korupsi.

Setahun setelah pensiun, Yayuk yang mengenyam pendidikan di SMP dan SMA Ragunan, Jakarta Selatan pun bergabung dengan Partai Amanat Nasional dan langsung dimasukkan ke dalam calon anggota legislatif DPR-RI pada Pemilu 2014.

Ia pun terpilih dan langsung ditunjuk menjadi anggota Komisi X DPR-RI bidang pendidikan, kebudayaan, pariwisata, ekonomi kreatif, pemuda, olahraga, dan perpustakaan. 


5. Dede Yusuf

Dede Yusuf, mantan taekwondo yang pernah menjadi Wakil Gubernur Jawa Barat.

Dede Yusuf merupakan mantan Wakil Gubernur Jawa Barat ke-10 periode 2008-2013. Sebelum dikenal sebagai orang nomor dua di Jawa Barat, Dede Yusuf lebih dulu dikenal sebagai seorang aktor film dan sinetron.

Namun, sebelum memulai karier di dunia perfilman, pria kelahiran 14 September 1966 ini merupakan salah satu mantan atlet taekwondo.

Ketika menginjak usia remaja, Dede Yusuf yang mengidolakan aktor Arnold Schwarzenegger memang cukup menggemari olahraga beladiri asal Korea Selatan tersebut.

Kecintaannya pun terus berlanjut hingga ia akhirnya mengikuti beberapa kompetisi taekwondo mulai dari 1982 hingga 1990. Beberapa prestasi membanggakan pun pernah diraihnya, seperti menjadi Juara Nasional Taekwondo kelas ringan pada 1984 dan kelas ringan berat pada 1988.

Selain taekwondo, Dede Yusuf juga menggeluti beberapa cabang olahraga beladiri lainnya, seperti karate, kempo, dan jujitsu.


6. Richard Sam Bera

Richard Sam Bera, mantan atlet renang terbaik Indonesia yang alih profesi jadi news anchor.

Bila ada pertanyaan, siapakah atlet renang terbaik yang pernah dimiliki Indonesia? Mungkin banyak orang yang serempak menyebut nama Richard Sam Bera.

Tidak mengherankan memang,mengingat ketika masih aktif sebagai seorang perenang, pria kelahiran 19 Desember 1971 ini sudah mempersembahkan banyak gelar juara bagi Indonesia, seperti 11 medali emas di ajang Sea Games.

Lalu, setelah pensiun dari olahraga renang, kegiatan apa yang dilakukan oleh Richard? Di luar dugaan, Richard kini aktif sebagai salah satu news anchor di salah satu televisi swasta Indonesia. Selain itu, Richard juga mengemban tanggung jawab sebagai kepala editor salah satu majalah kesehatan tubuh.

Pencak SilatUtut AdiantoYayuk BasukiRichard SamberaIko UwaisTaekwondoKarateRichard Sam BeraCaturDede YusufLivi Zheng

Berita Terkini