x

Peranan Sumpah Pemuda 1928 Bagi PSSI, PELTI, dan PERBASI

Jumat, 28 Oktober 2016 10:22 WIB
Editor:

Jika tidak ada 13 tokoh pemuda yang berani untuk menyelenggarakan Kongres Pemuda II pada 28 Oktober 1928 silam, mungkin jalan terjal akan dilalui bangsa ini untuk bisa memproklamirkan kemerdekaan pada 17 Agustus 1945. 

Berkat Kongres Pemuda II, semangat persatuan jadi modal kuat untuk para pendahulu bangsa ini untuk berjuang melawan bangsa kolonial, Belanda. Menariknya, berkat Sumpah Pemuda 1928 jua, olahraga di bangsa ini memiliki organisasi yang menaungi. 

Semangat Sumpah Pemuda 1928 pada faktanya ternyata mendorong pemuda-pemuda lain seperti Ir Soeratin untuk membentuk Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia, selain itu sumpah pemuda juga membuat terbentuknya Persatuan Tenis Seluruh Indonesia (PELTI). 

Fakta sejarah tersebut di atas saat ini banyak yang belum mengetahuinya. Bahwa Sumpah Pemuda 1928 juga jadi dorongan kuat bagi pendahulu bangsa ini untuk membentuk organisasi olahraga yang bertujuan untuk menopang cita-cita untuk jadi bangsa merdeka.

Berikut kisah peranan dari Sumpah Pemuda 1928 bagi terbentuknya organisasi olahraga untuk pembaca setia INDOSPORT:


1. Kondisi olahraga sebelum Sumpah Pemuda 1928

PSSI Binatama 1980

Saat negeri ini masih di bawah pemerintah kolonial Belanda, olahraga bukan jadi perhatian utama. Bahkan literatur sejarah menyebut bahwa Belanda melarang segala kegiatan Jasmani di tempat umum.  

Padahal di era tersebut, masyarakat kala itu terbiasa bermain kasti, bola bakar, dan olahraga tradisional lainnya. Baru pada akhir abad ke-19, pendidikan jasmani mulai diperkenalkan luas di negeri ini oleh Belanda. Namun itu pun sebatas di ruang-ruang pendidikan.

Di era tersebut, Belanda mulai mempopulerkan senam sistem Spienz-Maul yang berasal dari Swedia, permainan kasti, sepakbola, dan basket. Khusus untuk senam Spienz-Maul, masyarakat Indonesia kala itu sudah cukup mengenalnya, pasalnya kegiatan senam acapkali dipraktikkan oleh siswa/i dari HIK, MULO, AMS, dan HBS. 

Secara hierarki, di pada masa itu olahraga yang berkembang pun terbagi menjadi tiga yakni, atletik yang digemari oleh banyak kaum pribumi dan bangsawan Belanda, sepakbola yang jadi minat kaum kaum pribumi serta tenis yang jadi minat untuk kaum bangsawan dan sebagian kecil kaum pribumi. 


2. Sumpah Pemuda 1928, PSSI, dan PELTI

Logo PELTI

Dua tahun setelah WR Soepratman dan 12 pemuda lainnya membacakan Sumpah Pemuda pada Kongres Pemuda II, 28 Oktober 1928, terbentuklah organisasi olahraga pertama di negeri ini. 

Ir.Soeratin menggagas terbentuknya Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) di Yogyakarta pada 1930. Pada awal terbentuknya PSSI hanya beranggotakan enam kota yakni, Yogyakarta, Solo, Madiun, Bandung, Jakarta, dan Surabaya.

Baru pada 1941, keanggotaan PSSI berkembang menjadi 40 keanggotaan. Menariknya, deklarasi sumpah pemuda 1928 dan terbentuknya PSSI jadi dorongan kuat untuk munculnya organisasi olahraga kedua yakni PELTI. 

Meski tenis di kala itu hanya jadi minat dari kaum bangsawan, sejumlah pendahulu kita menganggap bahwa tenis bisa jadi olahraga yang diterima kaum pribumi. 

Seperti dilansir dari pelti.or.id, tenis mulai berkembang pada 1920-an seiring kian banyaknya murid-murid Indonesia memasuki sekolah¬sekolah menengah, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. 

Mereka - umumnya para siswa Stovia, Rechtsschool, dan -NIAS – yang pada perkembangannya memperkenalkan olah raga ini ke kalangan yang Iebih luas. Tenis pun mulai dimainkan atau dipertanding¬kan dalam kegiatan berbagai organisasi pemuda di masa itu. Olahraga inipun mulai dilihat sehagai penghimpun massa, terutama oleh kaum nasionalis yang mencita-citakan Kemerdekaan Indonesia.

Gagasan pendirian PELTI sendiri, yang dikemukakan pada Kejuaraan Tennis di Semarang itu. berasal dari Mr. Budiyanto Martoatmodjo. tokoh tennis dari Jember - ia kemudian dianggap sebagai pencetak dasar utama pendirian organisasi PELTI. 

Gagasan pendirian PELTI mendapat dukungan yang memadai, khususnya di kalangan yang berani mengambil resiko berhadapan dengan pemerintah kolonial, termasuk dari kalangan yang terpandang. Di Semarang saja, para simpatisan semacam itu tidak sedikit jumahnya. Misalnya: Dr. Buntaran Martoatmodjo (yang kemudian, sejak 1935, menjadi ketua PELTI lima tahun berturut¬-turut), Dr. Rasjid, Dr. Mokhtar, Dr. Sardjito, R.M. Soeprapto, Nitiprodjo, dan beberapa lainnya.

Dari para tokoh berbagai kota Iainnya, dukungan diwakili oleh: Mr. Budhiyarto Martoatmodjo (Jember), R.M. Wazar (Bandung), Djajamihardja (Jakarta), Mr. Susanto Tirtoprojo (Surabaya), Mr. Soedja (Purwokerto), Berta Mr. Oesman Sastroamidjojo, ahli olah raga tennis yang namanya terkenal di Eropa. 


3. PSSI dan PELTI terbentu, PB Olahraga lain mulai bergeliat

Logo PERBASI

Sumpah Pemuda 1928 kemudian dilanjutkan dengan pembentukan PSSI dan PELTI membuat tokoh olahraga lain bergeliat dan berkeinginan membuat organisasi serupa.

Setelah PELTI, muncul organisasi Persatuan bola keranjang seluruh Indonesia atau sekarang dikenal dengan nama Persatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (PERBASI) yang terbentuk pada 1940. 

Fakta sejarah yang disampaikan oleh Hary Setyawan dalam skripsi berjudul 'Olahraga bulutangkis di Indonesia dari lokal ke internasional tahun 1928-1945' mengungkap fakta bahwa PSSI, PELTI, dan PBKSI mendorong terbentuknya Ikatan Sport Indonesia (ISI) yang berpusat di Jakarta.

Terbentuknya ISI membuat semangat untuk mengadakan kompetisi olahraga semakin kuat. Muncullah Pekan Olahraga ISI yang berlangsung di Solo, kala itu olahraga yang dipertandingkan ialah sepakbola, tenis, dan basket. 
 
Terbentuknya ISI juga jadi jawaban dari tokoh pergerakan saat itu akan sikap Belanda yang membuat sejumlah organisasi yang terdiri dari cabang olahraga seperti Nederlandsch Indische Voetbal Unie (NIVU) dan Nederlandsch Lawr Tennis Bond (NILTB). 

Hal ini dilakukan Belanda karena melihat banyak atlet pribumi yang berjaya di cabang sepakbola dan tenis. Faktanya memang saat itu, Indonesia tidak hanya hasilkan pesepakbola handal. Di tenis muncul sejumlah atlet hebat seperti Sambudjo, Sumadi, dan Salastri.

PSSIPersatuan Bola Basket Seluruh Indonesia (Perbasi)PeltiSumpah PemudaSoeratin SosrosoegondoIn Depth Sports

Berita Terkini