Rebranding Victoria's Secret Tuai Perdebatan, Yulia Baltschun Angkat Suara
INDOSPORT.COM - Brand pakaian dalam, Victoria's Secret melakukan rebranding yang kini menuai perdebatan. Melihat hal itu, Yulia Baltschun ikut angkat suara.
Belakangan warganet Indonesia digegerkan dengan rebranding brand Victoria's Secret. Seorang selebgram, Michelle Halim menyatakan kekecewaannya akan pergantian duta brand pakaian tersebut.
Biasanya model yang ditunjuk oleh brand tersebut memiliki body goals bertubuh ramping nan seksi. Mereka dituntut untuk olahraga dan menjaga berat badan agar tetap mempesona saat berjalan di atas catwalk.
Meski demikian, kini trend tersebut mulai bergeser. Victoria's Secret kini mengusung body positivity yang dianggap tidak ideal oleh sebagian kelangan.
Melihat perdebatan tersebut, Yulia Baltschun ikut mengutarakan pendapatnya. Nutrisionis yang sering membagikan tips diet dan olahraga itu memandang rebranding Victoria Secret dari dua sudut pandang.
Sudut pandang yang pertama adalah dari sudut pandang kecantikan, kemudian sudut pandang yang kedua dari sudut pandang kesehatan.
"Aku selalu respect and support any kind of beauty standart. Aku selalu memperlakukan mereka dengan cara yang sama. Karena mereka punya personal problem and goals masing-masing," ujar Yulia Baltschun dalam postingannya di Instagram, Minggu (11/07/21).
"Soal branding Victoria's Secret kita enggak usah ikut campur karena setiap perusahaan punya goals masing-masing. Perusahaan itu tentu harus punya profit dulu untuk bisa menjalankan tujuannya," sambungnya lagi.
1. Pandangan Yulia Baltschun dari Segi Kesehatan
Yulia Baltschun tidak mau memperdebatkan soal standar kecantikan karena setiap orang punya standar masing-masing yang tidak bisa disamaratakan. Meski demikian, Yulia mau mengingatkan soal bahaya obesitas alias kelebihan berat badan.
"Kalau soal health ini mengancam nyawa, mengacu ke kesehatan, dan juga orang sekitar. Kita sebagai manusia tidak wajib cantik dan sempurna, tetapi kita wajib menjaga kesehatan kita. Ketika body fat-nya untuk cewek di atas 35% itu sudah termasuk obesitas," kata Yulia Baltschun.
"Jadi kalau Victoria's Secret menggunakan model yang terlalu over weight tentu aku tidak setuju. Karena kita tidak bisa mengamankan sesuatu yang tidak aman. Jika dilihat dari statistik ada beberapa penyakit yang disebabkan karena over weight."
"Aku tidak setuju kalau yang terlalu over weight dijadikan terlalu banyak brand ambassador. Kalau untuk beberapa tidak masalah, karena orang over weight juga perlu merasa seperti manusia lain dengan beauty standart tersendiri," sambungnya lagi.
Yulia Baltschun berharap Victoria's Secret tidak mengubah semua modelnya menjadi over weight sehingga status kesehatan dan status kesehatan tidak menjadi samar.