x

Boikot Indonesia terhadap Israel di Olahraga, Bagaimana di Piala Dunia U-20 2023 Nanti?

Minggu, 26 Juni 2022 14:12 WIB
Editor: Zulfikar Pamungkas Indrawijaya
Ilustrasi Muslim di Israel

INDOSPORT.COM – Mengupas boikot terhadap Israel yang berlangsung di event-event olahraga, utamanya dari Indonesia. Bagaimana di Piala Dunia U-20 2023 mendatang?

Belum lama ini Israel berhasil menorehkan catatan apik usai tim nasionalnya berhasil menembus Piala Dunia U-20 edisi 2023 nanti.

Baca Juga

Timnas Israel U-19 memastikan satu tempat di putaran final Piala Dunia U-20 2023 usai memastikan lolos ke babak semifinal Euro U-19.

Sebagai informasi, zona Eropa akan mendapat lima tiket di Piala Dunia U-20 2023 nanti, di mana empat tiket di antaranya dibagikan ke semifinalis Euro U-19 2022.

Timnas Israel U-19 yang tergabung di grup B, mampu menembus semifinal usai finis sebagai Runner Up grup di belakang Timnas Inggris U-19.

Baca Juga

Kepastian Timnas Israel U-19 lolos ke Piala Dunia U-20 2023 sendiri dipastikan setelah Serbia U-19 tumbang dari Austria U-19 di laga terakhir grup B.

Serbia U-19 takluk dari Austria U-19 dengan skor 2-3 di laga terakhir dan membuat poin Israel U-19 tak bisa dikejar.

Di sisi lain, kekalahan 0-1 yang diderita Israel U-19 di laga terakhir grup B melawan Inggris U-19 tak mengubah tabel klasemen akhir grup B.

Baca Juga

Alhasil, Timnas Israel U-19 pun berhasil lolos ke Piala Dunia U-20 2023 dan akan menemani Prancis, Italia, serta Inggris sebagai negara Eropa yang telah memastikan tempat di putaran final.

Terlepas dari kesuksesan ini, Israel akan menghadapi rintangan. Rintangan itu adalah sejarah buruknya dengan Indonesia yang menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 nanti.


1. Penolakan dan Aksi Boikot Indonesia kepada Israel

Ilustrasi Bendera Israel

Bukan lagi rahasia Indonesia memiliki stigma negatif mengenai apapun yang berbau Israel. Urusan politik yang memisahkan keduanya ini merembet ke berbagai bidang, termasuk olahraga.

Di kancah olahraga, sentimen Indonesia terhadap Israel pernah ditunjukkan secara gamblang. Salah satunya pada ajang sepak bola.

Mundur ke awal-awal tahun kemerdekaan, Indonesia atas perintah Presiden pertama, Ir. Soekarno, pernah menolak bertanding dengan Israel di ajang Kualifikasi Piala Dunia 1958 Swedia.

Baca Juga

Atas perintah Ir. Soekarno, Indonesia memilih mundur. Dilansir dari laman Historia, kala itu penjaga gawang Timnas Indonesia, Maulwi Saelan menyebut jika tetap tampil, maka sama saja Indonesia mengakui Israel.

Di tahun-tahun tersebut, Ir. Soekarno begitu getol mendengungkan kampanye anti-kolonialismen dan imperialisme.

Sehingga, apa yang diperbuat Israel terhadap Palestina membuat negara-negara Arab dan negara pendukung seperti Indonesia benar-benar menolak negara mungil di timur Laut Mediterania itu.

Baca Juga

Tak hanya di sepak bola, aksi boikot Indonesia terhadap Israel juga berlangsung di ajang Multi-Event sekelas Asian Games pada tahun 1962.

Saat itu Israel masih terhitung sebagai kawasan Asia di kancah olahraga. Karenanya, mereka pun berpartisipasi di ajang Asian Games.

Namun, partisipasi Israel ini mendapat penolakan dari Indonesia yang menjadi tuan rumah Asian Games edisi ke-4 pada tahun 1962.

Baca Juga

Indonesia menolak memberikan visa kepada kontingen Israel, sehingga membuat Indonesia dikenai skorsing oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC) pasca gelaran Asian Games 1962.

Padahal sebelumnya, Israel bisa berpartisipasi di Asian Games edisi ke-2 di Manila pada 1954, dan edisi ke-3 di Tokyo pada 1958.

Penolakan pun berlanjut di era 2000 an, tepatnya pada Piala Fed 2006 yang berlangsung di Israel. Semula, kontingen Indonesia diperbolehkan berangkat.

Baca Juga

Namun Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) pada saat itu, Hassan Wirajuda kembali mempertimbangkan izin untuk para atlet tenis yang akan berlaga.

Alhasil, Indonesia batal tampil di Piala FED 2006 dan mendapat denda Rp268 juta serta didepak dari federasi tenis internasional (ITF).


2. Sempat Diterima Indonesia

Trofi Piala Dunia U-20

Meski punya sejarah penolakan yang panjang di event-event olahraga, Indonesia pernah mengesampingkan pandangan politiknya pada ajang Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis pada 2015.

Pada ajang yang digelar di Tanah Air itu, Indonesia menerima kedatangan atlet Israel bernama Misha Zilberman. Namun, kedatangannya pun melalui proses panjang.

Sebelum diterima, Zilberman pernah mendapat penolakan dan visanya tertahan cukup lama. Hingga akhirnya, ia pun berhasil tampil di Indonesia dengan penjagaan ketat.

Baca Juga

Bambang ‘Rudy’ Roediyanto pernah menceritakan bahwa pada Kejuaraan Dunia Bulu Tangkis 2015 di Indonesia itu, Zilberman mendapat penjagaan ketat.

Penjagaan ketat ini diberikan menyusul adanya gejolak di masyarakat, di mana salah satu ormas datang ke gelaran itu dan banyaknya telepon masuk yang diterima pihak Rudy Roediyanto.

Dengan rekam jejak yang panjang tersebut, pertanyaan pun kini mengemuka. Akankah Timnas Israel U-19 akan mendapat penolakan yang sama seperti edisi-edisi sebelumnya di Indonesia?

Baca Juga

Ataukah nantinya Timnas Israel U-19 bisa berlaga pada ajang Piala Dunia U-20 2023 di Indonesia dengan pengawalan ketat seperti yang dirasakan Misha Zilberman?

FIFA pun akan mendapat sorotan menanggapi isu ini. Terlebih lagi belum lama ini, induk sepak bola dunia itu melarang Rusia tampil di ajang-ajang resmi karena invasi Ukraina.

Slogan ‘jauhkan sepak bola dari politik’ pun akan makin menjadi isu menarik jelang gelaran Piala Dunia U-20 2023 nanti. Sorotan tajam akan mengarah ke FIFA dan tentunya Indonesia selaku tuan rumah perhelatan ini.

FIFAIndonesiaIsraelPiala Dunia U-20Multi-EventAsian Games 1962Ir. SoekarnoTenisBulutangkisSepak Bola

Berita Terkini