x

Pele yang Terbaru, 3 Legenda Olahraga yang Wafat Usai Berjuang Melawan Kanker

Sabtu, 31 Desember 2022 10:04 WIB
Penulis: Miranti | Editor: Izzuddin Faruqi Adi Pratama
Empat legenda olahraga ini meninggal usai berjuang lawan kanker yang bersarang di tubuhnya dengan Pele jadi nama terbaru.

INDOSPORT.COM – Empat legenda olahraga ini meninggal usai berjuang lawan kanker yang bersarang di tubuhnya dengan Pele jadi nama terbaru.

Selain Pele, ada pula legenda bulutangkis Indonesia, Verawaty Fajrin. Serta ada legenda atletik Filipina, Lydia de Vega, yang meninggal karena kanker.

Mari mengulas satu per satu kisah pilu wafatnya para legenda olahraga karena kanker, dimulai dari Edson Arantes do Nascimento atau yang beken dengan nama Pele.

1. Pele

Legenda sepak bola Brasil, Edson Arantes do Nascimento, meninggal dunia di rumah sakit Albert Einstein, Sao Paulo, pada usia 82 pada Jumat (30/12/22) dini hari WIB.

Kepergian pria yang lebih akrab disapa Pele iyu terjadi usai menjalani serangkaian perawatan intensif sejak divonis mengalami kanker usus pada 2021 lalu.

Baca Juga

Melansir dari berbagai pemberitaan, Pele sempat menjalani operasi untuk pengangkatan rumor kanker usus besar pada September 2021.

Setelah operasi, Pele memulai perawatan kemoterapi dan menjalani operasi kedua untuk tumor di usus besarnya pada Desember 2021.

Baca Juga

Lalu pada November 2022, Pele kembali dilarikan ke Rumah Sakit Albert Einstein karena pembengkakan umum bersama dengan masalah jantung.

Sebulan kemudian, kanker Pele memburuk dan dia telah berada di bawah perawatan super intensif terkait disfungsi ginjal dan jantung.

Usai perjuangan panjang, Pele menghembuskan nafas terakhir pada 30 Desember 2022 yang meninggalkan duka bagi dunia olahraga, terkhusus sepak bola Brasil.

Baca Juga

1. Berpulangnya Verawaty Fajrin, Legenda Bulutangkis Indonesia

Verawaty Fajrin.

2. Verawaty Fajrin

Legenda bulutangkis Indonesia sekaligus juara dunia, Verawaty Fajrin, meninggal dunia di Rumah Sakit Dharmais, Jakarta, pada Minggu (21/11/21) pukul 06.58 WIB.

Mantan atlet yang akrab disapa Vera itu wafat pada usia 64 tahun, setelah sempat menjalani perawatan akibat sakit kanker paru-paru yang dideritanya.

Kanker paru-paru tersebut dikabarkan telah diderita Verawaty Fajrin sejak Maret 2020 dan telah menjalani serangkaian perawatan sebagai usaha meraih kembali kesembuhan.

Menurut sesama legenda bulutangkis tanah air, Rosiana Tendean, Verawaty Fajrin sempat menjalani kemoterapi di Rumah Sakit Persahabatan, namun kondisinya tak kunjung membaik.

Sampai akhirnya, berkat bantuan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) serta dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dia akhirnya dipindahkan ke Rumah Sakit Dharmais.

Baca Juga

Beberapa saat setelah dirawat di rumah sakit, kondisi Verawaty Fajrin sempat membaik hingga akhirnya sempat pulang ke rumah.

Namun kemudian, kondisi istri dari Fajrin Biduin Aham itu pun kembali menurun, yang membuatnya kembali ke Rumah sakit Dharmais untuk mendapatkan perawatan intensif pada September 2021.

Baca Juga

“Ratu bulutangkis Indonesia era 1980-an Verawati Fajrin kini sedang terbaring tak berdaya. Penyakit kanker menggerogoti tubuhnya. Dia sempat menjalani kemoterapi di rumah sakit persahabatan,” tulis Rosiana Tendean di instagramnya saat itu.

Setelah perjuangan panjang, legenda bulutangkis spesialis ganda dan tunggal itu pun menghembuskan nafas terakhir pada November 2021.

Verawaty Fajri meninggal meninggalkan suami, Fadjiarnsyah Bidoein, serta seorang anak FIdyandini dan dua cucu tercinta.

Dunia olahraga, khususnya bulutangkis Indonesia, dirundung kesedihan mendalam atas kepergian sang legenda dengan segudang pencapaian yang ditorehkan.

Baca Juga

2. Meninggalnya legenda atletik Lydia de Vega

Meninggalnya legenda atletik asal Filipina, Lydia de Vega.

3. Lydia de Vega

Setelah Pele (legenda sepak bola Brasil) dan Verawaty Fajrin (legenda bulutangkis Indonesia), ada pula Lydia de Vega, legenda atletik Filipina yang wafat usai berjuang dengan kanker.

Maria Lydia de Vega- Mercado atau yang lebih dikenal dengan Lydia de Vega meninggal dunia pad ausia 57 tahun, Kamis (10/08/22), di Makati Medical Center.

diketahui bahwa Lydia de Vega tutup usia setelah berjuang melawan kanker payudara yang dideritanya sejak beberapa tahun terakhir.

Kepergian Lydia de Vega pertama kali diwartakan oleh putri tercintanya, Stephanie de Vega melalui unggahan di instagramnya.

“Atas nama keluarga, dengan sangat sedih saya mengumumkan kematina ibu saya, Lydia de Vega, pada malam ini, 10 Agustus 2022 di Makati Medical Center,” tulis Stephanie de Vega.

Baca Juga

Kepergian Lydia de Vega saat itu langsung dibanjiri tangisan duka olahraga di Filipina, termasuk Asosiasi Lintasan dan Lapangan Atletik Filipina (Patafa).

Lydia de Vega merupakan salah satu atlet terbaik Filipina dengan segudang pencapaian, termasuk mengoleksi 15 medali emas dari berbagai kejuaraan internasional. termasuk SEA Games.

Baca Juga

Pada usia 17, atlet kelahiran Meycauayan tersebut juga berhasil memenangkan medali emas di SEA Games 1981 untuk nomor 200meter dan 400meter.

Demikian tiga legenda olahraga yang wafat karena kanker, dimulai dari Pele (legenda sepak bola Brasil), Verawaty Fajrin (legenda bulutangkis Indonesia), dan Lydia de Vega (legenda atletik Filipina).

Baca Juga
BrasilPeleAtletikLegenda OlahragaBulutangkisBerita BulutangkisVerawaty Fajrin

Berita Terkini