Enam klub bela diri profesional yang terlibat dalam pembentukan FBPro diantaranya adalah, Bandung Fighting Club, Batam Fighter Club, Bandung Karate Club, Sasana Satria Negara, BSA, dan Garuda Martial Art. Keenam klub tersebut meliputi cabang bela diri silat dari perguruan bangau putih dan merpati putih, jujitsu, muay thai, dan MMA.
“Kami berharap dengan berdirinya FBPro ini akan makin banyak klub bela diri yang bergabung dengan kami. Sebagai organisasi profesional, kami juga menjalin kerja sama dengan Badan Olahraga Profesional Indonesia (BOPI) dalam menyelenggarakan sebuah pertarungan, syarat pertandingan profesional yaitu punya rumah sakit rujukan, ada dokter yang disetujui BOPI, dan akses singkat ke dokter bedah syaraf,” jelas Sekretaris Jenderal FBPRo, Jeese Ariestya.
Masih menurut Jeese, meski baru dideklarasikan, FBPro sudah memiliki sejumlah agenda pertarungan untuk tahun 2016. Diantaranya tiga ajang pertarungan pencak silat gaya bebas, tiga pertarungan MMA yang akan dihelat di Jakarta, Bandung, dan Batam. Serta ajang pertarungan MMA Internasional yang akan melibatkan para petarung asing.
“Kita menjadwalkan ada 8 ajang pertarungan tahun depan. Mudah-mudahan ini dapat menjadi pelepas dahaga para petarung Indonesia untuk bisa bertanding di negeri sendiri dengan kualitas pertarungan yang baik. Kami juga mempunyai agenda internal dengan menggelar sertifikasi bagi wasit di tiap kelas pertarungan,” sambungnya lagi.
Masih dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum FBPro, Taufan Rotorasiko mengatakan tujuan didirikannya FBPro Indonesia ialah untuk mempererat tali persaudaraan dalam pengembangan bela diri di Indonesia. Serta meningkatkan harkat dan martabat bangsa dalam bidang yang berhubungan dengan bela diri. Dalam kegiatannnya, FBPro juga bekerja sama dengan Luta Livre, federasi bela diri profesional asal Brasil.
Di lain sisi, salah satu petarung Muay Thai profesional, Ladysca Naraya menyambut baik didirikannya FBPro Indonesia, Menurut petarung jelita berusia 30 tahun itu, FBPro dapat meningkatkan kualitas pertarungan gaya bebas di Indonesia. Ladysca yang sepanjang 2015 absen bertarung karena proses pemulihan cedera lutut mengaku siap untuk mengikuti ajang pertarungan gelaran FBPro tahun depan.
“Tapi saya berharap agar riwayat pertarungnya nanti ditelusuri lebih detail lagi karena belum ada lisensi resmi yang dikeluarkan untuk para petarung gaya bebas di Indonesia,” ujar Ladysca.