Pembalap bernama lengkap Ali Adrian Rusmiputro itu saat ini tengah berjuang keras untuk dapat membalap di ajang CEV European Championship kelas Moto2. Kelas Moto2 sendiri berada satu tingkat di bawah kelas bergengsi, MotoGP. Jika terwujud, Ali akan membawa nama Indonesia ke ajang balap motor tersohor tersebut.
Menekuni dunia balap sejak usia belia, membuat Ali sudah terbiasa berada di atas tunggangan yang dipacu dengan kecepatan di atas normal. Mesi begitu ia mengakui jika balapan tak pernah menjadi ‘olahraga aman’ mengingat segala resiko yang berpotensi ditimbulkan.
Bertahun-tahun berada di dunia balap dan memacu motor, Ali pun tak luput dari kecelakaan yang membuatnya cedera. Di awal balap Moto2 yang sempat diikutinya, rider 22 tahun itu bahkan punya pengalaman harus membalap dalam kondisi tangan kanan cedera.
Jatuh cedera menjadi risiko yang harus ditanggung oleh setiap orang yang memutuskan untuk berkecimpung atau sekadar menikmati hobi di dunia balap. Sebagai seorang rider profesional, Ali Adrian pun tak ragu membagi pengalaman membalapnya kepada INDOSPORT yang mungkin dapat dijadikan pedoman untuk para pemula.