Cintai Mobil Klasik, Hargai Sejarah Indonesia
Pada Minggu (19/04/15) pagi, kurang lebih hampir 10 anggota pencinta mobil klasik tersebut berkumpul di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan. Mereka berkumpul untuk melakukan kegiatan mengelilingi kawasan tersebut dengan bertujuan ingin membuktikkan kepada masyarakat bahwa mobil tua bukanlah salah satu penyebab kemacetan di ibu kota.
Salah satu komunitas dari mereka, Perhimpunan Penggemar Mobil Kuno Indonesia (PPMKI), menyatakan bahwa mereka mencintai mobil klasik karena ingin melestarikan mobil tersebut sekaligus mengaku merupakan bagian dari menghargai sejarah di Indonesia.
"Klasik retro itu merupakan bagian sejarah dari otomotif Indonesia, ketika kami suka sama klasik retro, berarti kami sebenarnya mencintai negeri dalam bentuk hobi dan dilestarikan dalam bentuk otomotif ini," tutur Koordinator PPMKI, Cecil Silanu, saat ditemui INDOSPORT.
Pria yang menggunakan mobil retro berjenis Alfa Romeo GT 1300 Junior tersebut juga menuturkan bahwa baik dirinya maupun penggemar mobil retro sempat menolak saat ada pernyataan dari pemerintah yang melarang mobil yang berusia lebih dari 10 tahun beroperasi di Indonesia.
"Kami sempat memprotes saat ada larangan mobil berusia 10 tahun lebih itu, kami justru merupakan pelestari dari sejarah mobil di Indonesia, pelestari itu langka dan langka itu memiliki sebuah nilai. Di negara maju, tidak ada yang namanya pelarangan untuk menghilangkan mobil lama, karena itu ada nilai sejarahnya. Negara yang besar adalah negara yang menghargai pahlawannya, itu sama, kami ini merupakan pahlawan otomotif Indonesia," lanjutnya.