x

6 Fakta Menarik Rio Haryanto, Duta Bangsa Mengincar F1

Rabu, 5 Agustus 2015 20:59 WIB
Editor:

Nama pemuda kelahiran Surakarta itu patut diangkat karena ia menjadi pebalap Indonesia pertam yang mencapai level GP2. Ajang ini menjadi pintu masuk bagi sejumlah pebalap besar F1 seperti Timo Glock, Nico Hulkenberg, Lewis Hamilton, Nelson Piquet Jr., dan Nico Rosberg.

Rio tengah bersaing dengan 26 pebalap mancanegara di ajang GP2. Hingga
putaran keenam di GP2 Hungaria, pemuda kelahiran 22 Januari 1993 ini berhasil menempatkan diri di urutan kedua klasemen sementara dengan 109 poin.

Sementara penguasa klasemen untuk sementara menjadi  milik pebalap dari ART Grand Prix S. Vandoorne dari Belgia (194 poin). Sementara itu Alexander Rossi dari AS  terus membuntuti Rio di urutan ketiga dengan 105 poin.

INDOSPORT mengangkat fakta-fakta menarik lainnya terkait pebalap kebanggaan Indonesia ini.


1. Keluarga Pebalap

Rio lahir dari pasangan Indah Pennywati dan Sinyo Haryanto. Sebagai seorang pembalap veteran nasional, sang ayah sejak dini menanamkan sikap disiplin, rendah hati, dan dermawan kepada Rio.

"Rio bak buah yang jatuh takjauh dari pohonnya, Rio kecil gemar melakukan tantangan bersama ayahnya. Anak bungsu dari empat bersaudara ini mengikuti jejak kakak-kakaknya, Roy Haryanto dan Ryan Haryanto. Dia terjun ke dunia adu kecepatan di lntasan itu ketika berusia 6 tahun," demikian tertulis dalam rioharyanto.com seperti dilansir Antara.

Rio tidak membutuhkan waktu lama untuk menunjukkan bakatnya dan akhirnya penyuka warna biru dan putih itu naik podium juara nasional gokart kelas kadet pada tahun 1999. Ikatan Motor Indonesia (IMI) menganugerahinya penghargaan sebagai atlet gokart terbaik junior pada tahun 2005 dan 2006.
 


2. Awal Karir

Rio mengawali karier balapnya di arena gokart sejak dia berusia enam tahun. Pada usia 15 tahun, ia mengikuti ajang balap Formula Asia 2.0 dan tampil sebagai juara umum kelas Asia. Pada tahun berikutnya, dia meningkatkan prestasinya dengan menjadi juara umum ajang Formula BMW Pacific 2009.

Pada usia 17 tahun, dia memenuhi ketentuan untuk mendapatkan "super license" Formula 1 dari Virgin F1 Racing pada test drive Formula 1 di Abu Dhabi 2010. Kemudian, dia membalap di ajang GP2 Series bersama tim EQ8 Caterham Racing, lalu pindah ke Campos Racing.
 


3. Poin Sementara

Rio mengumpulkan 109 poin setelah meraih podium pertama dan kedua pada perlombaan di Shahir, Bahrain, dengan nilai 18-15 dalam dua race, kemudian di Catalunya, Bercelona (12-4), Spielberg (6-15), di Silverstone, Inggris (4-17), dan terakhir di Hungaria (12-6). Dia juara pertama di Spielberg dan Silverstone.

Setiap perlombaan GP2 diadakan dalam dua race, sedangkan mesin mobilnya dipasok Mecachrone V8 4.0 liter menghasilkan kekuatan 612 daya kuda (bhp).

Kecepatan puncak mobil GP2 mencapai 332 km per jam. Seperti mobil Formula Satu, kendaraan jet darat itu menggunakan ban Pirelli. Pada spesifikasi kendaraan, disebutkan mobil GP2 hampir sekencang F1.


4. Musibah Keluarga

Keluarga Rio baru saja dilanda musibah pasalnya  pabrik buku Kiky milik ayahnya di Bangak, Banyudono, Boyolali, ludes dilalap api pada Jumat (31/7/2015).

"Saya sangat sedih mendengar berita musibah di PT Solo Murni itu. Semoga tidak ada korban dan ayah saya tetap kuat dengan cobaan ini," ungkap Rio.

Kerugian akibat amukan api di PT Solo Murni atau lebih dikenal sebagai pabrik Kiky, disebutkan mencapai Rp300 miliar. Api menghanguskan 8 hingga10 gedung dan gudang.


5. Sisa Putaran

Rio masih harus berjuang di sisa lima putaran dari 11 putaran di tahun 2015. Setelah seri Hungaria, selanjutnya ia akan berjuang di Spa-Franchorchamps pada tanggal 21 hingga 23 Agustus, disusul di Monza (4-6 September), Sochi (9--11 Oktober), Sakhir (19-21 November), dan Yas Marina (27-29 November).


6. Butuh Perhatian Pemerintah

Rio amat membutuhkan sokongan berbagai pihak terutama dari pemerintah untuk melanjutkan karirnya ke jenjang tertinggi yakni Formula Satu.

"Saya tidak ada meminta kepada negara, tetapi saya berusaha memberikan sesuatu kepada negara. Saya membawa nama negara dalam berlomba dan Merah Putih serta Indonesia Raya beberapa kali berkibar dan berkumandang. Kini, saya membutuhkan dukungan pemerintah," tandas Rio.

Untuk dapat mengikuti perlombaan GP2 dibutuhkan dana tak sedikit. Jika ingin berlaga di F1 maka lebih banyak dana yang dibutuhkan.

GP2F1Rio HaryantoGP2 SeriesCampos Racing

Berita Terkini