x

Rivalitas Rossi dan Lorenzo Buka Kenangan Manis Legenda GP

Sabtu, 22 Agustus 2015 04:03 WIB
Editor: Randy Prasatya

Pada 1989, Rainey nyaris meraih gelar dunia pertamanya setelah unggul di klasemen. Sayang, kesalahan kecil di akhir seri membuatnya kehilangan gelar dunia dan merelakannya direbut Eddie Lawson yang akhirnya meraih juara dunia untuk keempat kalinya.

Meski gagal di seri palapan terakhir tersebut, Rainey tidak berkecil hati dan terus mencobanya di musim berikutnya. Alhasil Rainey dapat mewujudkan mimpinya menjadi juara pada 1990.

Setahun selanjutnya ia berjaya, setelah  mengandaskan Mick Doohan dan pada 1992 Rainey kembali meraih label gelar juara dunia untuk ketiga kalinya secara beruntun.

"Tapi kondisi sekarang berbeda dibandingkan 1989 lalu. Di tahun kedua saya di grand prix dan kali pertama menjadi pemimpin di tim pabrikan, itu berbeda dengan apa yang Rossi dan Lorenzo rasakan sekarang. Rossi sembilan kali menjadi juara dunia, sedangkan Lorenzo baru dua kali dan nyaris menambah gelarnya beberapa kali," ungkap Rainey dilansir Motogp.

Akan tetapi persaingan yang dialami Rainey berbeda dengan apa yang dialami Rossi dan Lorenzo. Sebab persaingan sekarang ini terjadi untuk kedua pembalap yang berasal dari satu tim.

"Ini berbeda dengan saya. Saat itu saya bersama Yamaha dan harus bersaing dengan Honda. Perbedaan lainnya soal ban. Saya menggunakan Dunlop, sedangkan Honda memakai Michelin," kenang Rainey.

"Namun yang perlu diingat, jangan membuat kesalahan. Sekali saja membuat kesalahan, mereka harus membayar mahal gelar juara dunia yang ada di depan mata. Rossi sendiri menurut saya tidak berpikir kalau dirinya sedang disalip Lorenzo. Sekarang yang ada di benaknya bagaimana caranya mengembalikan posisi,” ujar pria 54 tahun tersebut.

Rainey juga mengakui jika kedua pembalap tersebut memilik keunggulan masing-masing. Meski Rossi dikenal sebagai pembalap yang gigi, ia tak segan untuk bertaruh untuk menjagokan Lorenzo sebagai pemenang.

"Lorenzo mempunyai pengalaman untuk melakukan determinasi. Sedangkan Rossi mempunyai keinginan yang kuat. Lalu siapa yang akan menang? Kalau saya seorang petaruh saya akan menjagokan Lorenzo, karena dia dalam tren dan mempunyai kecepatan terbaik. Tapi ini adalah balap motor yang semuanya tidak ditentukan oleh siapa yang memacu motor dengan cepat. Semua bisa terjadi,” tutupnya.

Valentino RossiJorge LorenzoMovistar Yamaha

Berita Terkini