2017, McLaren Optimistis Juara F1
Pergantian mesin tim McLaren dari Mercedes ke Honda berdampak drastis. Dengan persiapan mepet, pabrikan asal Jepang itu belum memberikan mesin yang optimal untuk McLaren. Walhasil, mereka berada di urutan kedua dari bawah musim ini.
Kendati demikian, Eric Boullier percaya perubahan regulasi yang akan diterapkan untuk musim 2017, akan menjadi kesempatan emas McLaren-Honda untuk kembali ke puncak performa mereka. Alasannya, dengan regulasi baru, seluruh tim Formula 1 akan membangun mobil baru.
"Kerja sama McLaren-Honda, adalah proyek dengan waktu dua tahun. Saya pikir itu terlalu cepat, terlalu ambisius. Jika Anda ingin waktu singkat, itu terlalu ambisius untuk berharap mobil yang siap," ungkap Boullier seperti dikutip dari Crash.
"Jelas, untuk mengejar Mercedes, butuh tiga setengah tahun untuk menyiapkan mesin (Honda) ini. Honda memulai dari nol, dan tidak mungkin dapat mengejar Mercedes dalam waktu dua tahun karena mereka memasuki tahun keempat. Tidak mungkin."
"Honda memiliki tenaga, komitmen, sumber daya, dan mereka akan mendapatkannya. Jelas, kami mempercayai mereka 100 persen, seperti mereka mempercayai kami."
"Jika Anda ingin sukses di Formula 1, sejak 2009-10, Anda harus memiliki konsep mobil yang stabil. Artinya Anda perlu peningkatan setiap tahun dalam pengembangan mobil. Butuh 4 tahun untuk Mercedes, butuh 4-5 tahun untuk Red Bull. Ini cerita yang sama karena ini adalah Formula 1 yang modern."
"Mobil konsep kami akan matang dan mulai memberikan hasil dalam 2-3 tahun. Pada 2017 akan terjadi perubahan regulasi. Itu hal baik juga karena tim yang memiliki aerodinamika matang atau konsep mobil harus memulai dari awal, tapi untuk tim seperti kami, yang tidak benar-benar memiliki banyak konsep saat ini, akan menjadi keseimbangan baik," sambung Boullier.
Lalu mampukah McLaren kembali ke papan atas dan menjadi juara konstruktor pada 2017? Sementara pada musim ini, McLaren baru mendulang 17 poin dari 11 seri, 11 poin dari Fernando Alonso dan 6 poin dari Jenson Button.