Rio Haryanto Incar Podium di Monza
Cep Goldia, Media Relation Rio Haryanto mengaku saat ini pihaknya berjuang untuk hasil yang maksimal di empat seri tersisa demi memenuhi target berlomba pada Kejuaraan Dunia Formula 1 (F1) 2016i.
Pada seri sebelumnya di Belgia, Rio yang didukung oleh Pertamina mampu memaksimalkan potensi mobil tim Campos Racing meski berada dalam situasi yang sulit.
Pada race pertama atau "feature race", Rio hampir merebut posisi terdepan dari urutan start ke-11. Namun, kendala teknis membuat ia harus merelakan kemenangan yang sudah di depan mata.
Kemudian pada race kedua atau "sprint race", pebalap asal Solo, Jateng tersebut kembali menunjukkan kecepatannya dengan manuver-manuver brilian.
Sayang, kerusakan pada bagian diffuser mobil akhirnya menghambat laju Rio.
Di sepanjang tujuh seri GP2 Series yang telah digelar, Rio selalu menampilkan bakat terbaiknya hingga menarik perhatian sejumlah tim F1. Rio sekarang berada di urutan ketiga klasemen dan masih berpeluang meraih gelar juara umum GP2 Series 2015.
Sampai berakhirnya seri ketujuh di Belgia, pebalap berusia 22 tahun itu berada pada posisi ketiga klasemen sementara dengan total nilai 109. Sedangkan, peringkat pertama masih ditempati pebalap tim ART Grand Prix Stoffel Vandoorne dengan nilai 233 dan kedua adalah Alexander Rossi (Racing Engineering) dengan nilai 128.
"Adrenalin akan sangat terpacu ketika melaju kencang di trek lurus dan kemudian harus siap mengerem dengan keras tanpa mengunci roda atau kehilangan keseimbangan mobil. Melihat performa sebelumnya ketika bertanding tanpa kendala teknis, saya yakin peluang naik podium selalu terbuka lebar tahun ini. Semoga saya dapat kembali mengumandangkan 'Indonesia Raya' di Italia," tandas Rio Haryanto.