4 Alasan Indonesia Harus Gelar MotoGP
Indonesia tengah berencana menjadi tuan rumah salah satu seri MotoGP 2017, namun Sirkuit Sentul yang dimiliki Indonesia saat ini dianggap masih belum memenuhi standar Internasional untuk menggelar ajang balapan motor paling bergengsi ini.
Terkait peremajaan Sirkuit Sentul agar dapat menggelar MotoGP, Direktur PT Sarana Sirkuitindo Utama, Tinton Soeprapto berharap bantuan (dana) dari Pemerintah agar Sentul pada tahun 2017 nanti dapat menggelar MotoGP.
Rencana itupun mendapat respon positif dari beberapa Kementerian terkait seperti Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dan Kementerian Pariwisata dan Ekomomi Kreatif (Kemenparekraf).
Bahkan Kemenpora dalam rapat anggaran bersama Komisi X DPR-RI pada Kamis 17 September kemarin sudah mengajukan anggaran biaya untuk renovasi sirkuit yang dibangun oleh Hutomo Mandala Putra, putra alm. Presiden Soeharto ini.
Dalam kesempatan kali ini, INDOSPORT mencoba merangkum beberapa alasan agar Sirkuit Sentul dapat menjadi tuan rumah salah satu seri MotoGP 2017.
1. Sirkuit Sentul Pernah Menjadi Tuan Rumah MotoGP
Sirkuit Internasional Sentul tercatat pernah menjadi tuan rumah balapan MotoGP pada tahun 1996 dan 1997. Balapan tersebut terjadi dua tahun tepat setelah Sentul rampung digarap pada tahun 1994.
Pada tahun 1996, tercatat untuk pemenang kelas 500cc adalah Michael Dohan asal Australia, kelas 250cc adalah Tetsuya Harada asal Jepang, dan di kelas 125cc adalah Masaki Tokudome asal Jepang. Sedangkan pada tahun1997, untuk pemenang kelas 500cc adalah Tadayuki Okada asal Jepang, kelas 250cc adalah Max Biaggi asal Italia, dan kelas 125cc adalah Valentino Rossi asal Italia.
2. Ajang Promosi Indonesia Ke Mata Dunia
Kejuaraan balap motor kelas dunia seperti MotoGP merupakan sarana yang paling efektif untuk mempromosikan Indonesia ke mata Dunia. Terlebih, para pecinta balap motor di seluruh dunia akan menyaksikan gelaran balap yang akan dilangsungkan di Indonesia.
MotoGP juga bias dijadikan sebagai strategi pemasaran pariwisata dengan mengandalkan branding, advertising, dan selling. MotoGP 2017 juga merupakan salah satu branding untuk mempromosikan Wonderful Indonesia yang saat ini tengah digencarkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
3. Peningkatan Ekonomi
Lebih jauh dari sisi ekonomi, penyelenggaraan MotoGP 2017 akan memberikan dampak langsung terhadap peningkatan ekonomi Indonesia, terutama dari pengeluaran para peserta selama berlangsungnya balapan tersebut.
“Perhitungan sementara selama empat hari berlangsungnya balap MotoGP akan terjadi pengeluaran sekitar US$ 91.73 juta atau setara dengan Rp 1.4 triliun,” ujar Menpar Arief Yahya.
Penyelenggaraan MotoGP 2017 ini berpotensi bagi Indonesia untuk mendapatkan keuntungan secara finansial, dan tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan yang belum tentu dating dua kali ini.
4. Indonesia Salah Satu Pangsa Pasar Sepeda Motor Terbesar di Dunia
Sebagai pangsa pasar sepedea motor terbesar di dunia, dapat dipastikan pasti banyak para pecinta kuda besi Indonesia ingin menyaksikan para Rider MotoGP beraksi, terlebih balapan itu akan dilangsungkan di Sirkuit Sentul.
Sudah bukan rahasia jika Indonesia adalah salah satu Negara terbesar konsumen sepeda motor di dunia, jadi hal ini tinggal menunggu kesepakatan antara pemerintah Indonesia dengan Dorna Sports selaku penyelenggara MotoGP.
Menjadi tuan rumah dalam salah satu seri MotoGP 2017, Indonesia akan bersaing ketat dengan Thailand dan India untuk dapat menjadi tuan rumah.