Deretan Fakta Ali Adrian, Calon Jagoan Indonesia di MotoGP
Pebalap ini sudah berkarir di Eropa sejak 2012. Prestasinya di ajang Eropa tersebut sangat meyakinkan sehingga sang manajer, David Garcia memutuskan untuk mengontraknya berlaga di ajang Moto2 dengan memperkuat Stop and Go Racing.
Adrian sedang mempersiapkan dirinya untuk menjadi pembalap profesional internasional dan tentunya kita akan menyaksikan pencapaiannya. Berikut ini INDOSPORT coba ulas fakta tentang Adrian, yang tidak Anda ketahui:
1. Bakat Turun dari Orangtua
Ayahnya, Erin Rusmiputro, memiliki hobi motocross. Sedangkan sang ibu, Ina Noor, juga tak tak asing dengan lintasan balap. Dulu, ibu Adrian merupakan seorang pebalap rally country di Copenhagen, Denmark.
Maka tak heran jika pada usia yang masih amat belia, 3,5 tahun, Adrian sudah mulai menunjukkan ketertarikan terhadap dunia tersebut. Ia lantas mulai mengendarai motocross pada usia tujuh tahun dan sejak itu terus menggeluti dunia balapan.
2. Awal Karir
Ali Adrian mulai mengawali karirnya sebagai pebalap pada usia sembilan tahun. Saat itu, Ali memulai dengan menggeluti olahraga motorcross. Olahraga ini melatih kemampuan dan kontrolnya dalam mengendari motor layaknya seorang pebalap.
Baru pada usia 14 tahun, ia memutuskan untuk memulai tahapan baru dalam hidupnya, yaitu berkompetisi dan berusaha keras mencapai mimpinya. Dia mulai mengikuti sejumlah turnamen motorcross dan harus jauh dari orang tuanya.
Dia mengawali karir dengan mengikuti National Championship of Indonesia Motorprix (Underbone). Saat itu prestasinya sangat menjanjikan di Underbone kelas 150cc. Dia pun mulai dilirik oleh para pemandu bakat dari Eropa.
3. Berkenalan dengan David Garcia
Pada akhir musim 2012, Adrian memutuskan ke Spanyol untuk mengasah keahlian membalapnya dan menjadi pebalap resmi dalam ajang World Championship. Langkahnya menuju ajang balap profesional pun makin terbuka lebar.
Kesempatan menuju fase berikutnya pun hadir lewat perkenalan Adrian dengan seorang pelatih bernama Simon Crafar ketika dirinya sedang melawat ke Spanyol guna melakoni balapan Junior Super Bike. Lewat Simon Crafar itulah pemuda yang juga menggemari tenis tersebut diperkenalkan kepada David Garcia, sosok yang kini pegang peran penting dalam karirnya.
Garcia, yang juga pemilik International Circuito de Almeria Spanyol, tampaknya melihat potensi tertentu dalam diri Adrian. Pada prosesnya ia pun tertarik menggembleng Adrian. Kontrak selama tujuh tahun pun disodorkan kepada pemuda itu
4. Memilih Nomor 12
Setiap pebalap tentu memiliki nomor keberuntungan. Begitu juga dengan Ali Adrian. Pria yang hoby bermain tenis itu pun memilih untuk menggunakan nomor 12 setiap mengikuti balapan. Alasannya sangat sederhana.
Adrian mengatakan nomor 12 mewakili nama keluarganya. Jika dilihat bentuk nomor 12 sangat mirip dengan huruf R yang ada di nama Rusmiputro. Selain itu, menurutnya karena nomor 12 berada pada jam itu selalu berada di paling tinggi, dan saya ingin selalu berada paling tinggi.
5. Makanan Favorit Ali Adrian
Ketika berkarir di Negara orang permasalahan utama atlet Indonesia sudah pasti mengenai makanan. Adrian mengaku kalau makanan kesukaannya itu adalah gemblong.
Sayang, chef di Spanyol tidak ada yang bisa bikin gemblong. Selain gemblong, Adrian juga suka makan nasi uduk, nasi goring dan juga mie ayam