x

Dimas Ekky, Aset Berharga Indonesia di Lintasan Balap Roda Dua

Rabu, 27 Januari 2016 12:44 WIB
Editor: Ahmad Priobudiyono

Sebelumnya Indonesia telah dibanggakan dengan munculnya nama Rio Haryanto yang telah mengharumkan nama Indonesia di berbagai ajang balap mobil dan tengah bersiap memasuki pentas Formula 1 bersama tim Manor.

Kini Indonesia kembali dihebohkan dengan kemunculan Dimas Ekky Pratama yang siap turun di pentas Moto2 sebagai pintu masuknya menuju jenjang balap motor paling bergengsi di dunia, MotoGP.

Mengenal lebih dekat calon jagoan balap roda dua yang akan kembali mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional, INDOSPORT mengulas profil dan fakta menarik pebalap tim Astra Honda Motor ini dalam ulasan berikut;


1. Cita-cita

Dimas Ekky Pratama

INDOSPORT: Pertama kali suka dengan balap motor seperti apa?

Dimas Ekky: Awalnya punya cita-cita sejak kecil, sejak masih duduk di bangku sekolah dasar.

INDOSPORT: Terus selanjutnya?

Dimas Ekky: Dari suka main sama teman, akhirnya orang tua mendukung untuk turun di ajang resmi.

INDOSPORT: Seperti apa saat pertama kali turun balapan?

Dimas Ekky: Kejuaraan yang pertama diikuti hanya setingkat wilayah Depok. Waktu pertama kali ikut kejuaraan itu di Jawa Barat. Saat itu saya pakai tim sendiri, dan hanya finish di posisi ketujuh. Saat itu saya masih pakai motor bebek 2 tak. Engga sampai setahun motor ganti pakai yang 4 tak 110 cc.

INDOSPORT: Kesannya?

Dimas Ekky: Sudah sangat puas, karena kan itu juga pertama kalinya turun di ajang balapan resmi.


2. Jenjang Pendidikan

Dimas Ekky Pratama

INDOSPORT: Sekarang kan mulai sibuk dengan balapan, terus bagaimana dengan sekolah?

Dimas Ekky: Cari tempat kuliah yang fleksibel seperti kelas karyawan. Kuliah di STIE Yapan Jagakarsa, Lenteng Agung. Sudah selesai, tinggal wisuda.

INDOSPORT: Masa SD sampai SMA?

Dimas Ekky: SD di Depok di Mekar Jaya 11,  SMP 103 di Cijantung dan SMAN 98 di Kalisari, Pasar Rebo Jakarta Timur.

INDOSPORT: Biasanya berapa lama saat di luar negeri?

Dimas Ekky: Di luar biasanya lama, seperti kemarin di Spanyol 5 bulan, di Jepang 1 bulan, kalau santai sih paling 1-2 minggu. Kalau saya hitung sih paling lama 6 bulan banyakan di luar.


3. Tim Astra Honda Motor

Dimas Ekky Pratama

INDOSPORT: Setelah mulai ikut balapan, bagaimana hingga memutuskan untuk lebih serius di dunia balap?

Dimas Ekky: Setelahnya sering ikut balapan di berbagai ajang, sampai kemudian putusin untuk terjun di Nasional Championship tahun 2010.

INDOSPORT: Hasilnya seperti apa?

Dimas Ekky: Lumayan, finish di posisi empat pada kelas 600cc.

INDOSPORT: Tahun berikutnya apa masih di Nasional Championship?

Dimas Ekky: Iya, cuman mengalami sedikit penurunan performa. Harus puas di posisi enam.

INDOSPORT: Bagaimana dengan di tahun 2012?

Dimas Ekky: Di 2012 dapat rookie of the year Asia Road Racing Championship serta meraih peringkat dua pada ajang 600 National Champions, serta juara 1 Qatar Championship.

INDOSPORT: Selanjutnya?

Dimas Ekky: Kemudian di 2013 dapat tawaran dari Honda untuk gabun g dengan tim Astra Honda Motor. Terus ikut program berjenjang dari tim Honda.


4. Keluarga dan Makanan Favorit

Dimas Ekky Permana

INDOSPORT: Saat lagi di luar negeri, hal apa yang paling dikangenin?

Dimas Ekky: Yang paling dikangenin itu keluarga, tapi kan sekarang akan teknologi sudah canggih, bisa via telp, chatting, video call dan sebagainya.

INDOSPORT: Kalau dari makanan?

Dimas Ekky: Sebenarnya tidak ada masalah dengan makanan, cuman kadang rindu saja. Sama masakan-masakan Indonesia, masakan ibu.

INDOSPORT: Makanan favorit?

Dimas Ekky: Saya suka banget sama sayuran, kalau yang paling suka sih sama masakan Alm. Mba putri saya. Dia suka masakin pecel, dan bumbunya dibuat sendiri dan itu enak banget. Tapi sekarang udah gak ada.


5. Pecinta Olahraga

Dimas Ekky Permana merupakan salah satu talenta tanah air di kategori balapan roda dua. Saat ini dirinya tengah bersiap untuk berlaga di ajang Moto2, Minggu (24/01/16).

INDOSPORT: Sekarang kesibukannya apa saja?

Dimas Ekky: Latihan-latihan buat persiapan musim balapan baru nanti.

INDOSPORT: Kalau boleh tau seperti apa latihannya?

Dimas Ekky: Seperti ikut lomba-lomba ke sekarang (triathlon), gym, lari, renang, banyak sih. Ngikutin program Astra saja.

INDOSPORT: Selain balapan, hobbi lainnya?

Dimas Ekky: Lari, saya punya running club, terus sepedaan, renang, terus kalau lagi kosong saya suka main supermoto.


6. Sosok Idola

Dimas Ekky Pratama

INDOSPORT: Siapa yang menjadi idola di dunia balapan?

Dimas Ekky: Dari dulu banget suka Valentino Rossi, tapi sekarang karena gayanya udah beda. Kalau untuk gayanya sih saya suka Pederosa dan dari agresivitas saya senang Marquez.

INDOSPORT: Momen balapan yang paling berkesan?

Dimas Ekky: Moment kayak saling bersenggolan selama balapan, tapi itu normal selagi masih safety.

INDOSPORT: Yang paling di ingat?

Dimas Ekky: Kejuaraan 4 jam di Ziziuka, Jepang. Di lap 72 saya jatuh, terus bangun lagi dan saya balapan lagi dan akhirnya bisa bawa tim naik podium di peringkat 1 dari 96 lap. Itu rasanya luar biasa banget.


7. Impian MotoGP

Dimas Ekky Pratama

INDOSPORT: Bagaimana perasaaannya saat pertama kali balapan?

Dimas Ekky: Demam panggung, tapi itu normal kalau pertama kali itu ngalamin kayak gitu.

INDOSPORT: Untuk yang pertama kali di Eropa?

Dimas Ekky: Penasaran bagaimana bersaing dengan pebalap eropa. Tapi setelah balapan kita juga bisa bersaing. Kalau dia punya kelebihan tinggal kita curi saja.

INDOSPORT: Bagaimana dengan mimpi di dunia balapan?

Dimas Ekky: Sebenarnya mimpi saya adalah MotoGP. Dan saya berterima kasih kepada Honda karena dari 2013 saya belum dimainkan bahkan untuk menjajaki Asia Road Race Championship. Justru yang saya diikuti saat itu Suzuka 4 hours dan jadi juara. Kebetulan Honda sempat berjanji juga kalau juara maka saya bisa naik level. Tahun 2014 level saya naik dan ikut full seri Asia Road Race Championship (ARRC), alhamdulillah hasilnya bagus. Honda juga bilang kamu tambah level. Maka naiklah ke Moto2.

INDOSPORT: Pesan untuk teman-teman atau yang baru mulai merintis karier?

Dimas Ekky: Semangat, tetap berusaha. Kalau yang mau coba harus sering ngikutin even-even ataupun kejuaraan untuk mengasah kemampuan. Biasanya dari situ ada yang memantau bakat-bakat.

HondaMoto2Dimas Ekky Pratama

Berita Terkini