Indonesia Masih Dipertimbangkan Gelar MotoGP 2017
Pihak Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) melalui Deputi V bidang Harmonisasi dan Kemitraan, Gatot Dewa Broto mengklaim bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan Dorna untuk meminta tambahan waktu.
Bahkan, Gatot menegaskan bahwa Dorna akan mempertimbangkan perpanjangan waktu sejauh ada keseriusan dari pemerintah Indonesia. Karena dalam kontraknya sendiri disebutkan yang harus menggelar MotoGP 2017 di Indonesia adalah pihak swasta.
“Kontraknya itu business to business, di situ disebutkan company-nya harus dari Indonesia. Direkomendasikan jangan pemerintah, tapi pihak swasta. Jadi pemerintah masih melakukan kajian semaksimal mungkin,” ujar Gatot.
Untuk kepastian berapa persen Indonesia dapat menggelar MotoGP 2017, pihak Kemenpora belum bisa memastikan berlangsung atau tidaknya gelaran balap roda dua terbesar di dunia ini. Karena hingga saat ini, Kemenpora masih berusaha menentukan skala prioritas dari menggelar even ini.
“Kami masih berusaha sesuai dengan kondisi skala prioritas, artinya dengan skala sekian berapa benefit yang bisa diperoleh. Belum lagi aspek kelayakan penggunaan anggaran dan sebagainya,” sambung Gatot.
Dengan ini pemerintah Indonesia akan berusaha maksimal dan juga realistis, terlebih pada tahun depan masih ada 20 slot sampai bulan November, Dorna juga masih menyisakan satu slot di bulan Oktober untuk Indonesia.
“Kalau Indonesia tidak mampu meyakinkan Dorna, atau Kemenpora tidak mampu meyakinkan Kemenko PMK dan Presiden, mungkin itu (menggelar MotoGP 2017) akan sulit,” tuntas Gatot.
Berbicara mengenai waktu yang semakin menipis, nantinya hal tersebut akan dimasukan kedalam studi kelayakan menggelar MotoGP 2017 yang akan dilakukan oleh pihak Kemenpora