x

Alexander Rossi, Pembalap Senasib dengan Rio Haryanto

Kamis, 11 Februari 2016 10:21 WIB
Editor:

Seperti Rio Haryanto, Rossi juga sedang menanti keputusan Manor untuk memilih slot terakhir mewakili tim asal Inggris itu di ajang balap jet darat musim ini. Sebelumnya, Manor telah menunjuk Pascal Wehrlein, pebalap muda asal Jerman yang baru berusia 21 tahun. Artinya, satu tempat tersisa akan diperebutkan oleh Rio, Rossi dan Will Stevens.

Selama masa penantian ini, Rossi juga menempuh cara yang sama seperti Rio yakni membangun komunikasi yang intens dengan Manor.

Inilah para pesaing Rio Haryanto untuk mendapatkan kursi di Tim Manor.

“Setiap hari kami selalu berbicara. Di F1 sejumlah hal kadang berjalan tak sesuai rencana dan itu harus saya terima. Semoga ini berjalan tidak terlalu lama,”tuturnya seperti dilansir Sky Sports  F1.

Bagi Rossi, masih ada waktu untuk terus melakukan pendekatan hingga batas akhir pengumuman yakni sebelum tes pramusim pertama musim ini di Barcelona pada 22-25 Februari 2016.

INDOSPORT coba mengupas lebih jauh sosok Alexander Rossi.


1. Awal Karir

Pembalap kelahiran Auburn, California 25 September 1991 ini mengawali karir di dunia balap sejak 2005. Tahun 2007 ia tampil di ajang Formula BMW bersama Tim Apex Racing dan mengakhiri kompetisi di posisi ketiga setelah merengkuh tiga kemenangan dan lima kali naik podium.


2. Ke Eropa

Dua tahun berselang, Rossi mulai melebarkan sayap karirnya untuk berkompetisi di Eropa. Ia tampil di ajang Formula Master bersama Hitech Racing.

Tahun 2010, ia berkiprah di GP3 bersama Pedro Nunez dan Esteban Gutierrez. Ia mengakhiri musim kompetisi di tempat keempat setelah hanya dua kali tampil sebagai juara.

Setelah setahun tampil di GP3 Series, Rossi bergerak ke Formula Renault 3.5 Series bersama Fortec Motorsport. Ia mampu memenangkan seri pembuka di Aragon dan seri kedua di Le Castellet namun di akhir musim hanya mampu menempati tempat ketiga.


3. GP2 Series

Rossi berkiprah di GP2 Asia Series sejak musim 2009/2010. Setelah berbendera Ocean Racing ia pindah ke Tim Meritus. Ia mampu menorehkan catatan yang bagus di balapan pertama dengan menempati tempat keempat.

Rossi menjadi orang Amerika kedua yang mampu menyelesaikan balapan di tingkat GP2, mengikuti jejak pendahulunya Scott Speed. Di akhir musim Rossi finish di tempat ke sembilan. 


4. Naik Level

Rossi dikontrak menjadi pembalap cadangan dan test driver tim US F1, tim F1 yang berbasis di Amerika Serikat.

Pada 9 Maret 2012, Rossi terpilih sebagai test driver untuk tim F1 Caterham bersama pembalap cadangan Giedo van der Garde.

Dua tahun kemudian Rossi memutuskan hengkang dari tim tersebut menyusul kepergian Tony Fernandes dan masuknya investor baru dari Swiss dan Timur Tengah.


5. Gabung Marussia

Rossi kemudian direkrut Manor Marussia berdasarkan pengumuman pada 24 Juli 2014 sebagai pembalap cadangan selama sisa musim tersebut. Bahkan tim tersebut menjanjikan debut bagi Rossi pada Grand Prix Belgia menggantikan pembalap asal Inggris Max Chilton. Namun keputusan tersebut tak kunjung terelasisasi.


6. Debut F1

Rossi baru bisa melakoni debut bersama Marussia di Grand Prix Singapura pada 2015. Bersama Will Stevens, keduanya berjuang di dua seri terakhir sejak di Singapura hingga seri Brasil.

F1Rio HaryantoAlexander Rossi

Berita Terkini