Kemenpora Minta Calon Pembalap MotoGP Indonesia Cari Dana Sendiri
Seperti Rio Haryanto yang harus berjuang mati-matian mencari dana demi berlaga di Formula 1 (F1), Ali Adrian tampaknya harus menempuh jalan serupa. Pihak Kemenpora melalui Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan, Gatot S Dewa Broto mengungkap jika pihak manajeman pembalap berdarah Jawa-Kalimantan itu harus pula mampu mandiri mencari dana.
“Dari pihak Kemenpora sudah memberikan dukungan penuh, Pak Menteri (Imam Nahrawi) telah mengeluarkan surat rekomendasi agar sponsor mau mendanai Ali Adrian. Namun, sama seperti Rio pihak manajemen Ali juga harus mampu mencari dana dan tidak sepenuhnya mengandalkan Kemenpora,” ujar Gatot saat dihubungi INDOSPORT.
Gatot menyebut jika pihak Kemenpora dan Ali Adrian terus menjalin komunikasi perihal dukungan dana untuknya menhadapi sseri Moto 2 (satu tingkat di bawah MotoGP). Pertemuan pihak Ali, ayahnya, dan Menpora terjadi pada Jumat pekan lalu.
Ali kini tengah mempersiapkan diri untuk bisa berkarier di ajang CEV European Championship Moto2 musim 2016. Ini bukan kali pertama, Ali Adrian mengikuti ajang ini. Musim lalu, ia sempat berlaga di Moto2 namun hanya sampai seri awal.
"Kendala saya dari dahulu kala sama terus, yakni pendanaan, untuk masuk melaju ke Moto2 harus ada sponsor dengan dana 2,5 juta dolar setara dengan Rp 36 miliar," ujar Ali beberapa waktu silam.