Bertabrakan dengan Rekan Satu Tim, Ini Kata Iannone
Dua pembalap asal Italia tersebut bersenggolan hingga terjatuh pada lap terakhir GP Argentina, di Sirkuit Autodromo Termas de Rio Hondo, Argentina, Minggu (03/04/2016) dini hari WIB.
"Saya baik-baik saja. Saya hanya kecewa. Pastinya, saya khawatir dengan tim dan rekan setim saya (Dovizioso). Hal ini sangat sulit untuk dapat menyalahkan siapapun, karena saya sempat turun kaki dan menyentuh Andrea. Padahal, saya dan Dovizioso ingin berada di podium dan finis bersama pada seri kali ini," ungkapnya seperti yang dikutip dari Crash.net
"Saya cepat sepanjang akhir pekan, entah di lintasan kering atau basah. Ini adalah sebuah bencana," ujarnya.
Insiden antara Iannone dan Dovizioso terjadi pada tikungan lap terakhir. Ketika itu, Iannone terlalu meningkatkan kecepatan pada tikungan terakhir, sehingga tidak dapat mengendalikan Ducati Desmosedici GP16 miliknya yang langsung berbenturan dengan Ducati Desmosedici GP16 milik Dovizioso.
Inisiden tersebut membuat keduanya harus merelakan posisi kedua dan ketiga podium kepada pembalap Yamaha Movistar, Valentino Rossi, dan pembalap Repsol Honda, Dani Pedrosa. Selain itu, Iannone harus mengakhiri lomba setelah insiden tersebut. Sedangkan, Dovizioso harus puas finis di posisi ke-13.
"Saya tidak rem terlambat. Saya menginjak rem di titik yang sama, tapi saya tekan sedikit lebih dalam. Saya akan minta maaf kepada Andrea. Untungnya, saya memiliki hubungan yang baik dengannya," ujar Iannone.
Sementara itu, Direktur Ducati Corse Sporting, Paolo Ciabatti mencoba meluruskan permasalahan insiden yang menimpa kedua pembalapnya. Menurutnya, ini merupakan pembelajaran bagi timnya untuk menatap seri selanjutnya.
"Mencoba melakukan manuver yang ekstrem di sudut sempit adalah baik, jika anda yakin bisa memenangkan balapan. Itulah satu-satunya penyesalan yang kami miliki," kata Ciabatti.
"Andrea Iannone mengendarai motornya dengan cepat, setelah awal yang sulit. Saya tahu dia sangat kecewa dengan apa yang terjadi. Seharusnya ini akan menjadi malam ketika kami keluar untuk minum bersama, tapi saya pikir sebaliknya. Kami akan pergi tidur lebih awal," lanjutnya.
Penulis: Tengku Sufiyano