Perubahan Aturan, Balapan F1 2017 Tak Akan Menarik
Nico Rosberg menganggap adanya rencana perubahan aturan pada balapan F1 2017 mendatang justru tak akan menghasilkan persaingan yang menarik antar pembalap di lintasan. Bagi pembalap asal Jerman tersebut ada elemen-elemen perubahan yang justru bisa menghambat para pembalap.
Hari ini, Selasa (26/04/16), Anggota Kelompok Strategi dan Komisi F1 bertemu dalam rangka menyelesaikan aturan baru untuk balapan F1 musim depan. Perubahan aturan baru tersebut di antaranya mencakup keinginan agar mobil lebih downforce, ditambah bagian depan mobil lebih lebar dan perubahan ban belakang.
Rosberg merasa dorongan untuk mobil yang lebih cepat dengan lebih downforce akan membuat aksi menyalip akan terasa lebih sulit dan keras. Hal tersebut tentu mendorong balapan F1 ke arah yang salah.
Nico Rosberg saat menunggangi mobil Mercedes-nya di lintasan balap Formula 1
Dalam balap F1, downforce sendiri mengacu pada gaya tekan ke bawah pada mobil akibat pengaruh dari konstruksi chasis, desain konstruksi mobil, penempatan beban pada mobil, penambahan aksesories pada mobil dan sebagainya.
“Kita butuh untuk bersaing dan bertempur dengan pembalap-pembalap lainnya. Dan pada balapan 2017 nanti, pertempuran tersebut sepertinya tak akan terjadi. Seperti yang kita tahu bahwa downforce adalah hal yang menghalangi kita,” kata Nico Rosberg seperti dilansir Autosport.
Pembalap Mercedes, Nico Rosberg
“Jika mobil anda diberlakukan downforce sebesar 30 persen maka itu jelas akan mendorong balapan ke arah yang salah,” tambahnya.
“Prioritas balapan yang sebenarnya adalah balapan harus tetap kompetitif karena antar pembalap saling bertempur dan juga aksi menyalip yang tetap banyak,” ujarnya.