Nostalgia Michael Schumacher Samai Rekor Alain Prost di GP Hungaria 2001
GP Hungaria akan bergulir pada Minggu akhir pekan ini. Semua pembalap berambisi untuk bisa memperoleh poin dalam ajang balap seri ke-11 F1 tahun 2016.
Namun, tak banyak yang tahu bahwa GP Hungaria menyimpan banyak kenangan indah bagi pembalap legendaris F1 yang sekaligus pemegang gelar juara dunia terbanyak, Michael Schumacher. Pria asal Jerman itu mungkin tak akan pernah melupakan balapan GP Hungaria pada tanggal 19 Agustus 2001.
Ketika itu, mantan pembalap yang kini berumur 47 tahun tersebut menorehkan sebuah rekor gemilang dalam kariernya sebagai driver handal ajang balap mobil paling bergengsi di dunia. Pria yang akrab disapa Schumi itu menorehkan 51 kemenangan Grand Prix (GP) selama kariernya berlaga F1.
Michael Schumacher saat menjadi juara dunia F1 tahun 2001.
Ia menyamai rekor 51 kemenangan pembalap legendaris sebelum dirinya, Alain Prost. Ketika itu, Schumi yang tergabung bersama tim Ferrari tampil gemilang meninggalkan sejumlah saingannya.
Para pesaing Schumi ketika itu adalah David Coulthard, Rubens Barrichello, Jarno Trulli, hingga pembalap muda yang kini masih aktif membalap, Fernando Alonso.
Schumi mengalahkan semua pesaingnya dengan catatan waktu 1 jam 41 menit 49,6 detik. Ia melaju begitu cepat bak roket mengasapi para penantannya di ajang balap F1 kala itu.
Untuk mengetahui lebih lanjut, INDOSPORT mengajak para pecinta F1 guna bernostalgia dengan catatan rekor 51 kemenangan yang ditorehkan Schumi, sehingga bisa menyamai rekor Alain Prost. Berikut ulasannya:
1. Schumacher Pimpin Balapan GP Hungaria 2001
Michael Schumacher memulai balapan GP Hungaria tahun 2001 dengan penuh optimis. Pasalnya, ia menorehkan delapan kemenangan di GP sebelumnya. Schumi berhasil menjuarai GP Australia, Malaysia, Brasil, Spanyol, Austria, Kanada, Eropa, dan Inggris.
Di tambah lagi, Schumi merupakan pemegang juara dunia F1 sebanyak tiga kali. Ia meraihnya di tahun 1994, 1995, dan 2000.
Motivasi Schumi terus bertambah, mengingat kemenangan di GP Hungaria yang merupakan seri ke-13 akan membawanya menjauh dari pesaing terdekatnya untuk memperoleh gelar juara dunia F1, yakni pembalap Mc Laren Mercedes, David Coulthard.
Tanda-tanda kemenangan Schumi di GP Hungaria sudah terjadi kala pembalap kelahiran 3 Januari 1969 tersebut berhasil start di posisi pertama. Ia mencatatkan waktu 1 Jam 14 menit 0,59 detik pada ajang kualifikasi GP Hungaria.
Schumi benar-benar melaju dengan kencang mulai dari start. Ia tidak terkejar dari para pembalap lainnya hingga memasuki lap ke-20. Ia bersama mobilnya melaju cepat bak roket yang menjulang ke langit.
2. Schumi Semakin Sulit untuk Dikejar
Schumi terus menampilkan teknik membalap yang luar biasa. Tak satu pun kesalahan dibuat olehnya. Bisa dibilang para pembalap sudah menyerah memasuki lap ke-30. Seakan-akan mereka semua rela memberikan GP Hungaria untuk Schumi.
Hal itu semakin jelas terlihat ketika Schumi unggul hampir 3,36 detik dari rekan setimnya, Rubens Barrichello. Bahkan ia unggul 30 menit lebih dari posisi lima yang dihuni pembalap McLaren Mercedes, Mika Hakkinen.
Aksi gemilang Michael Schumacher.
Schumi benar-benar profesor F1 ketika memasuki sepuluh lap terakahir. Ia terus melaju meninggalkan para pembalap lainnya.
Semua orang terpana dengan penampilan Schumi. Bahkan banyak pecinta F1 yang bilang momen ini sebagai bukti bahwa Schumi akan merajai ajang balap mobil paling bergengsi dunia itu.
Schumi bahkan sampai meninggalkan para pembalap lainnya seperti Jacques Villeneuve, Jean Alesi, Pedro de la Rosa dengan keunggulan dua lap. Bahkan, Schumi berhasil unggul tiga lap dari Jos Verstappen.
3. Schumacher Juara GP Hungaria dan Samai Rekor Alain Prost.
Bukti kehebatan Schumi akhirnya terjadi setelah pembalap yang notabennya sebagai pemegang 7 gelar juara dunia F1 itu berhasil melintas di garis finis. Ia mencatatkan waktu 1 jam 41 menit 49,6 detik.
Schumi unggul dari Ruben Barrichello yang menempati posisi kedua dengan selisih waktu 3,363 detik. Lalu, unggul 3,94 detik dari David Coulthard yang menempati posisi ketiga.
Kemenangan itu terasa spesial, mengingat Schumi berhasil memecahkan rekor pembalap legendaris F1, Alain Prost. Ia menyamai rekor Prost dengan 51 kemenangan GP sepanjang karier di F1.
Kegembiraan Micahel Schumacher menjadi juara GP Hungaria 2001.
"Saya tidak bisa mengatakan apa-apa. Ini pekan yang indah. Kami melakukan segala yang kami bisa lakukan. Saya datang ke sini padahal dengan perasaan yang kurang baik. Untuk alasan apa pun, saya mengatakan sesuatu kepada Jean Todt bahwa saya akan kalah. Tapi, saya punya catatan waktu start terbaik. Akhirnya, kami mendapat kemenangan, saya jelas menyamakan kedudukan 51 menang dengan Alain (Prost)," ungkap Schumi dikutip dari Crash.net.
"Saya hanya ingin mengatakan bahwa itu adalah prestasi besar. Saya berterima kasih kepada tim dan rekan setim saya, Ruben Barrichello," lanjutnya.
Tak hanya itu keberhasilan Schumi, ia berhak memastikan diri menjadi juara dunia F1 tahun 2001. Hasilnya, ia memperoleh empat gelar juara dunia F1.
Micahel Schumacher menjadi juara dunia F1 2001.