3 Alasan Kesulitan Hamilton Mengejar Rosberg di GP Italia
Pembalap Jerman berusia 31 tahun, Rosberg, memberi pesan tegas kepada Hamilton dalam upaya merebutkan titel juara F1 2016. Dua kemenangan beruntun diraihnya di GP Belgia dan terakhir di Italia akhir pekan lalu.
Alhasil, Rosberg kini hanya terpaut dua poin dari Hamilton yang ada di puncak klasemen pembalap sementara, dengan raihan 250 poin. Balapan yang terjadi di Monza sendiri berlangsung seru, terutamanya sorotan ditujukan kepada Hamilton.
Mantan kekasih penyanyi Nicole Scherzinger itu sedianya memulai balapan sebagai pole position, atau posisi teratas. Akan tetapi Hamilton tak mampu menjaga posisinya, hingga sempat tercecer di urutan lima, bahkan ia kesulitan mengejar Rosberg yang biasa diasapinya di seri-seri sebelumnya.
Apa yang terjadi dengan Hamilton di Monza? Berikut penjabaran INDOSPORT:
1. Adaptasi Ban yang Berbeda
Salah satu aspek yang disinyalir menjadi penyebab kesulitan Hamilton mengejar Rosberg, ada pada adaptasi kondisi ban yang berbeda. Hamilton tidak menjajal ban medium di sesi latihan bebas, sementara Rosberg telah menjajalnya di sesi latihan bebas yang berlangsung Jumat lalu.
Hal itu mengartikan, Hamilton baru menjajal dan merasakan ban itu saat balapan berlangsung di Monza. Dampaknya itu pun langsung berpengaruh kepada start lambat Hamilton, yang memulai dari posisi pertama, namun sempat tercecer hingga posisi lima.
Dari posisi itu, Rosberg sudah melaju jauh di depan dan meninggalkan rival-rivalnya. Tak heran jika Hamilton kesulitan mengejarnya, karena posisi yang terlampau jauh dari Rosberg. Belum lagi ia harus memikirkan strategi yang tepat, agar tidak jauh tertinggal dari rival lainnya.
2. Start Lambat dan Upaya Memangkas Jarak
Hamilton mampu menebus start-nya yang lambat, dengan kemampuannya berjuang untuk kembali jadi yang terdepan. Hamilton mulai mengasapi pembalap Red Bull, Daniel Ricciardo, dan ia kesulitan menyalip pembalap berikutnya.
Butuh 10 putaran bagi Hamilton menyalip pembalap Williams yang juga menggunakan mesin Mercedes, Valtteri Bottas, untuk merebutkan tempat keempat. Akibat persaingannya dengan Bottas, Hamilton terpaut 12 detik dengan Rosberg yang memimpin di lini depan, bahkan catatan waktu itu sempat melebar hingga 14 detik.
Rosberg sedianya sempat masuk ke pit stop pada putaran ke-24, diikuti Hamilton di putaran berikutnya. Jarak pun sempat terpangkas menjadi 9,6 detik, akan tetapi jarak itu sudah cukup jauh dan Hamilton mengibarkan bendera putih.
Ia realistis mengejar Rosberg dan memilih untuk mempertahankan posisinya di urutan dua, dari kejaran rival seperti pembalap Scuderia Ferrari, Sebastian Vettel.
“Jaraknya (Hamilton dengan Rosberg) 15 detik, dan saya sempat memangkasnya menjadi 9-10 detik. Tapi sayang sekali jarak itu terlalu besar untuk dipangkas, dengan ban yang kami miliki. Saya hanya harus memastikan menyelesaikan balapan, dan saya tidak ingin kehilangan lebih banyak poin,” ucap Hamilton kala itu.
3. Kesempurnaan Rosberg
Membandingkan Rosberg dengan pembalap MotoGP yang membela Movistar Yamaha, Jorge Lorenzo, tepat adanya. Keduanya merupakan pembalap yang sulit dikejar ketika sedang berada di performa terbaiknya.
Lorenzo sangat sulit dikejar jika sudah berada di posisi pertama, dan tampil nyaris sempurna tanpa kesalahan. Pun demikian dengan Rosberg di Monza. Mengambil posisi pertama sejak putaran pertama, Rosberg tampil tanpa celah dan fokus menjaga posisinya hingga balapan berakhir.
Kesulitan ini yang sulit diatasi oleh Hamilton, yang mengejar dari belakang dan tertinggal dua-tiga posisi dari Rosberg. Hamilton mengakui kesempurnaan Rosberg di balapan tersebut.
“Nico berkendara dengan hebat. Dia tampil tanpa celah dan melakukan hal yang memang harus dia lakukan. Ketika Anda di urutan pertama, segalanya berjalan relatif datar dan sederhana, dan Anda harus menjaga mobil untuk tetap di trek,” ucap Hamilton.