Formula 1 di Ambang Kehancuran, Mampukah Liberty Media Jadi Penyelamat?
Ajang balap Formula 1 pada pekan ini tengah dihadapkan dua masalah, dengan dua buah objek pemberitaan yang selalu disiarkan oleh semua media olahraga internasional.
Dua objek pemberitaan tersebut adalah tentang Sirkuit Silverstone yang dikabarkan akan ditutup sementara dan Manor racing yang bangkrut karena gagal mendapatkan investor. Baik Manor maupun Silverstone sejatinya memiliki masalah yang berbeda, namun sama-sama butuh dana segar untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Silverstone dikabarkan akan ditutup sementara karena tim penanggung jawab memiliki klausul yang bisa mereka aktifkan sebelum bulan Juli 2017 dan mulai berlaku pada tahun 2019 mendatang. Alasannya sudah sangat jelas, yakni untuk menstabilkan neraca keuangan mereka.
Sirkuit Silverstone salah satu sirkuit bersejarah di Formula 1.
Sementara itu, menurut laporan MotorsportMagazine, tim Manor Racing, sudah masuk ke bagian administrasi untuk kedua kalinya dalam 3 tahun terakhir dan tentunya mengindikasikan bahwa mereka sudah di ambang kebangkrutan.
Mobil Manor yang dikendarai Rio Haryanto ketika mengalami kecelakaan.
Dengan sirkuit langganan F1 yang terancam ditutup dan salah satu tim yang mengalami permasalahan keuangan, semakin memperkuat anggapan bahwa ajang balap Formula 1 sudah tidak lagi ramah dan mulai ditinggalkan keuntungan.
Meskipun Pemilik baru F1 yakni Liberty Media dikabarkan akan melakukan beberapa perubahan pada balapan mobil bergengsi ini, namun kerisauan akan masalah finanasial tetap saja menghinggapi setiap pelaku di F1.
Seperti diketahui, Liberty Media berencana melakukan beberapa perubahan pada perlombaan Formula 1 seperti jadwal balapan yang akan dibagi menjadi dua hari, yakni Sabtu dan Minggu. Lalu sesi kualifikasi dan sesi latihan bebas disatukan dalam satu hari, yakni pada hari Jumat.
CEO Liberty Media, Grey Maffei
Perubahan tersebut tentunya dihadirkan untuk kembali mendatangkan banyak penonton di ajang balap ini. CEO Liberty Media, Greg Maffei, pernah menyampaikan pihaknya akan meningkatkan jumlah seri pada balapan F1 menjadi 25 seri dalam satu musim.
Hal itu demi mengembangkan pasar ke negara berkembang di Asia, Amerika Latin, dan Amerika Utara. Kemudian Liberty Media juga hanya akan memberikan dana sebesar 150 juta euro atau sekitar Rp2,1 triliun kepada setiap tim untuk menyiapkan diri, meskipun hal tersebut akan membuat tim besar protes.
Simak ditunggu, apakah Liberty Media sebagai pemilik baru ini akan menjadikan ajang Formula 1 menjadi lebih sehat, atau justru membawa ajang balap legendaris ini semakin kritis.