Catatan Miris Tunggal Putri dan Ganda Putri di Hong Kong Open 2019

Kamis, 7 November 2019 23:03 WIB
Penulis: Arief Tirtana | Editor: Juni Adi
© PBSI
Greysia Polii dan Apriyani Rahayu merayakan kelolosan ke babak semifinal Chinese Taipei Open, Jumat (06/09/19). Copyright: © PBSI
Greysia Polii dan Apriyani Rahayu merayakan kelolosan ke babak semifinal Chinese Taipei Open, Jumat (06/09/19).

INDOSPORT.COM - Jelang turnamen bulutangkis Hong Kong Open 2019 yang akan dimulai pada 12 November  2019 mendatang, Indonesia memiliki catatan miris di sektor tunggal putri dan ganda putri.

Belum juga usai turnamen bulutangkis Fuzhou China Open 2019, wakil-wakil terbaik Indonesia di cabang bulutangkis harus sudah siap menyambut turnamen berikutnya, Hong Kong Open 2019.

Akan mulai bergulir pada Selasa (12/11/19) dengan posisinya saat ini, Indonesia tentu menjadi salah satu negara yang wakilnya berpeluang membawa pulang gelar juara di Hong Kong Open 2019.

Sejumlah pebulutangkis Indonesia pun dipastikan akan menjadi unggulan di Hong Kong Open 2019, seperti Jonatan Christie dan Anthony Ginting di sektor tunggal putra, juga Kevin Sanjaya/Marcus Gideon yang menjadi unggulan pertama di sektor ganda putra.

Namun sayangnya dengan sejumlah unggulan yang dimiliki, Indonesia harus datang ke Hong Kong Open 2019 dengan catatan miris di sektor tunggal putri dan ganda putri.

Catatan Miris Tunggal Putri dan Ganda Putri di Hong Kong Open

Sebagai salah satu turnamen yang sudah cukup lama bergulir atau tepatnya mulai dari tahun 1982, Indonesia sudah cukup sering mengamankan gelar juara dari Hong Kong Open.

Diawali oleh Hariamanto Kartono/Rudy Heryanto yang juara di sektor ganda putra Hong Kong Open 1982, bergantian setelahnya sejumlah pebulutangkis Indonesia, mampu menyumbang 21 gelar juara hingga kini.

Namun dari 21 gelar juara itu, tak satupun yang berasal dari sektor tunggal putri dan ganda putri. Padahal di era 80-an Indonesia sempat punya ganda putri unggulan sekaliber Verawaty Fajrin/Ivana Lie, juga menyusul di era 90-an ada tunggal putri juara All England, Susi Susanti.

Tetapi hingga kini nasib miris di dua sektor pada Hong Kong Open itu masih terus berlanjut untuk Indonesia. Di Hong Kong Open 2018 tahun lalu saja, dua wakil Indonesia di sektor tunggal putri Dinar Dyah Ayustine dan Ruselli Hartawan bahkan sudah harus tersingkir sejak putaran pertama.

Di sektor ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu, memang sempat melambungkan asa melaju hingga babak semifinal. Namun pada akhirnya nasib miris harus terus berlanjut buat Indonesia.

Setelah Greysia Polii/Apriyani Rahayu tersingkir oleh wakil Jepang yang kemudian menjadi juara Yuki Fukushima/Sayaka Hirota.

Di gelaran Hong Kong Open 2019 ini, Greysia Polii/Apriyani Rahayu sendiri masih berpeluang untuk menjadi pemupus kisah miris panjang Indonesia. Sebab dirinya masih akan datang dengan status unggulan keenam.

Dengan status tersebut, meski berat bukan mustahil Greysia Polii/Apriyani Rahayu bisa menjadi pembuka puasa gelar Indonesia, di sektor ganda putri Hong Kong Open 2019. Saat di sektor tunggal putri rasanya puasa gelar masih akan terus berlanjut tanpa adanya satupun unggulan dari Indonesia.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
0%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
100%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
0%