Bulutangkis Indonesia Bangkit, China Ketar-ketir Menjelang Olimpiade Tokyo 2020

Sabtu, 28 Desember 2019 17:15 WIB
Penulis: Shella Aisiyah Diva | Editor: Indra Citra Sena
© badmintonindonesia.org
Menjelang bergulirnya Olimpiade Tokyo 2020, Wakil Ketua Asosiasi Bulutangkis China (CBA), Xia Yanze, mengakui bahwa kebangkitan Indonesia bisa menjadi ancaman. Copyright: © badmintonindonesia.org
Menjelang bergulirnya Olimpiade Tokyo 2020, Wakil Ketua Asosiasi Bulutangkis China (CBA), Xia Yanze, mengakui bahwa kebangkitan Indonesia bisa menjadi ancaman.

INDOSPORT.COM - Menjelang bergulirnya Olimpiade Tokyo 2020, Wakil Ketua Asosiasi Bulutangkis China (CBA), Xia Yanze, mengakui bahw kebangkitan Indonesia menjadi salah satu ancaman.

Meski tahun ini bisa dibilang China cukup sukses dengan raihan 47 gelar, termasuk merebut kembali Piala Sudirman, setidaknya mereka mengakui kebangkitan tim-tim selain Jepang, seperti Indonesia dan Korea Selatan. Sebuah ancaman tersendiri buat mereka di Olimpiade Tokyo 2020.

Apalagi, sektor tunggal putra dan ganda putra Indonesia yang dinilainya telah mengalami banyak peningkatan. Itulah ancaman besar bagi tim China di pesta olahraga dunia empat tahunan tersebut.

"Selain Jepang, Indonesia dan Korea Selatan memang telah mengalami peningkatan. Apalagi di sektor ganda putra, Indonesia sangat mendominasi di tahun ini dan mengalami peningkatan pesat," kata Xia Yanze.

"Selain itu, di sektor tunggal putra, dua wakil Indoensia yakni Jonatan Christie dan Anthony Sinisuka Ginting juga telah bersaing secara ketat dan menjadi salah satu ancaman," ujar wakil Ketua CBA dikutip dari situs sina.com.cn.

Selain itu, munculnya gadis jenius asal Korea Selatan, An Se-young, plus ganda putri Korea Selatan yang mengalami peningkatan signifikan juga menjadi ancaman lainnya di Olimipade Tokyo 2020.

"Tim Korea Selatan juga berhasil tampil baik di tahun ini. Tunggal putri mereka An Se-young dan pasangan ganda putri mereka juga sukses mengalahkan Jepang berkali-kali. Saat ini ada tiga tim kuat di sektor ganda putri, antara lain Jepang, China, dan Korea Selatan," pungkas Xia Yanze.

Kualifikasi Olimpiade Tokyo 2020 akan kembali dimulai pada bulan Januari mendatang dan akan berakhir pada 1 Mei 2020, menarik untuk ditunggu bagaimana peta persaingan tahun depan.

IDS Emoticon Suka
Suka
0%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
0%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
25%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
50%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
0%
IDS Emoticon Marah
Marah
25%