Deretan Pebulutangkis Berdarah Indonesia yang Berujung Bela Jerman

Senin, 6 April 2020 19:13 WIB
Penulis: Tiyo Bayu Nugroho | Editor: Arum Kusuma Dewi
© Badminton Europe
Berikut ini ada deretan mantan pebulutangkis berdarah Indonesia yang berujung membela Jerman di pentas internasional. Copyright: © Badminton Europe
Berikut ini ada deretan mantan pebulutangkis berdarah Indonesia yang berujung membela Jerman di pentas internasional.

INDOSPORT.COM - Berikut ini ada deretan mantan pebulutangkis berdarah Indonesia yang berujung membela Jerman di pentas internasional.

Dunia bulutangkis kerap menghadirkan sesuatu yang menarik. Banyak sekali drama, peristiwa, hingga kejadian yang tak akan dilupakan oleh publik.

Indonesia menjadi salah satu negara yang cukup disegani oleh dunia lewat olahraga bulutangkis. Sejumlah atlet yang kini jadi legenda sangat dihormati negara lain.

Tak hanya itu, Indonesia kerap menelurkan pemain bulutangkis andal dari masa ke masa. Mulai dari Rudy Hartono, Liem Swie King, Susi Susanti, Liliyana Natsir, hingga Anthony Sinisuka Ginting.

Kendati begitu ada hal menarik yang luput dari pantauan para penggemar bulutangkis di Indonesia atas perjalanan dunia tepok bulu.

Sebab diketahui ternyata ada beberapa pemain bulutangkis dunia memiliki darah Indonesia. Mereka biasanya dapat lewat garis keturunan.

Tak hanya itu beberapa pebulutangkis dunia berdarah Indonesia ini ternyata ada yang membela negara asal Eropa, yakni Jerman. Siapa saja mereka?

Ary Trisnanto

Pebulutangkis berdarah Indonesia yang kini membela Jerman ialah Ary Trisnanto. Dirinya lahir di Indonesia dan sejak kecil memang telah menekuni olahraga bulutangkis.

Bakatnya yang apik dalam melakukan tepok bulu membawa Ary masuk ke klub yang kerap menghasilkan atlet-atlet kelas dunia, yakni PB Djarum.

Beragam gelar juara level junior kerap diraihnya. Semakin berkembangnya usia dan ketangkasan, Ary Trisnanto sempat ikut menjalani seleknas sebagai pemain Pelatnas Pratama.

Namun dari penelusuran, sejak 2012 Ary Trisnanto memilih untuk membela klub asal Jerman TSV Trittau. Dalam beberapa kesempatan pentas internasional, Ary kerap berduel dengan wakil Indonesia.

Berdasarkan situs BWF, Ary saat ini berusia 29 tahun dan sempat bermain di nomor tunggal putra, ganda putra, dan campuran.

Dilansir situs rnd.de kalau Ary saat ini telah menikah dengan wanita asal Jerman Sabina Persson dan dikaruniai tiga orang anak kembar.

Cisita Joity Jansen

Berikutnya ada pebulutangkis putri kelahiran Jakarta, Cisita Joity Jansen, yang kini telah menyandang status warga negara Jerman.

Sejak kecil Cisita langsung dikenalkan bulutangkis oleh sang ayah dan terus menekuni dunia ini dengan sungguh-sungguh agar bisa menghasilkan gelar.

Pada usia 12 tahun, Cisita sukses meraup gelar pertamanya di Kejuaraan Bulutangkis Se-Jakarta Utara. Meski begitu Cisita mampu seimbang dalam mengejar akademis dan olahraga.

Dua hal tersebut membawa Cisita akhirnya berlabuh ke Jerman. Selain menuntut ilmu, ternyata bakatnya sebagai pebulutangkis tetap bisa disalurkan dengan baik.

Hasilnya, Cisita dipercaya untuk menjadi atlet Jerman di dunia bulutangkis. Jebolan PB Djarum ini pernah meraih Dutch International, Turkey International, hingga Finnish International.

Jones Ralfy Jansen

Terakhir ada Jones Ralfy Jansen. Pebulutangkis 27 tahun itu lahir di Jakarta dan merupakan jebolan salah satu klub legendaris Indonesia PB Djarum.

Ralfy pernah terpilih menjadi pemain terbaik di PB Djarum pada 2010 serta menjadi juara di dua nomor, ganda putra (Dandi Prabudita) dan ganda campuran (Cisita Jansen).

Meski banyak prestasi di level junior, dirinya sempat berharap bisa masuk Pelatnas PBSI. Akan tetapi keinginannya harus pupus usai tak dilirik.

Lalu pada 2012, Ralfy memilih hijrah ke Jerman. Awalnya untuk menuntut ilmu, tetapi dunia bulutangkis tak bisa ditinggalkannya.

Hingga akhirnya Rafly mendapat status warga negara Jerman dan melepas paspor Indonesia pada 2017 lalu. Pada awal Januari 2020, Rafly tampil di Indonesia Masters.

IDS Emoticon Suka
Suka
10%
IDS Emoticon Takjub
Takjub
0%
IDS Emoticon Lucu
Lucu
10%
IDS Emoticon Kaget
Kaget
20%
IDS Emoticon Aneh
Aneh
10%
IDS Emoticon Takut
Takut
0%
IDS Emoticon Sedih
Sedih
10%
IDS Emoticon Marah
Marah
40%