Gelar Keempat Spanyol
Mereka sama-sama menaklukkan tiga lawan di babak round robin. Mereka juga mencatat rekor pertandingan yang sama, yakni tujuh kali menang dan dua kali kalah.
Tak sampai di situ, jumlah menang-kalah set mereka juga sama, 14-5. Bahkan jumlah game yang mereka menangkan pun sama, yakni 103.
Satu-satunya yang membedakan adalah jumlah kekalahan game mereka. Serbia kehilangan 55 game, sementara Spanyol 54 game. Perbedaan yang sangat tipis.
Jika menilik peringkat masing-masing pemain, Serbia jelas memiliki keunggulan. Novak Djokovic adalah pemegang ranking satu dunia, sementara Fernando Verdasco berada di urutan 24.
Di bagian putri, Ana Ivanovic berada di posisi 13 dunia, jauh lebih baik dibandingkan Anabel Medina-Garrigues di peringkat 50.
Tapi final bukan lah soal peringkat. Siapa yang lebih siap, dia lah yang akan keluar sebagai juara.
Djokovic dan Verdasco turun pada partai pertama. Djokovic memenangi set pertama dengan 6-3.
Verdasco mencoba mengejar di set kedua, tapi gagal. Djokovic membawa Serbia unggul 1-0 dengan kemenangan 6-3 7-5.
Antiklimaks Ivanovic
Ivanovic yang tampil cemerlang di babak penysihan grup, dengan mengalahkan tiga lawannya lewat pertandingan straight set, bertemu Medina-Garrigues yang tengah on fire.
Ivanovic tak mampu menahan gempuran Medina-Garrigues, dan harus melepas set pertama dengan 4-6.
Di awal babak kedua, Ivanovic sempat mendapat perawatan karena kondisi fisiknya yang menurun. Tapi petenis putri terbaik Serbia tersebut mampu bangkit.
Ivanovic berhasil menyamakan kedudukan, setelah menutup set kedua dengan 7-6 tiebreak 7-3.
Medina-Garrigues mengawali set ketiga dengan cepat, dan memimpin 4-1. Ivanovic mencoba mengejar, tapi terlalu banyak unforced error yang dia lakukan.
Medina-Garrigues memenangi pertandingan dengan 6-4 7-6(3) 6-2. Skor imbang satu sama.
Ganda campuran jadi penentu. Medina-Garrigues/Verdasco berhasil memanfaatkan lemahnya pertahanan Ivanovic. Mereka mengambil set pertama dengan 6-4.
Set kedua berlangsung lebih ketat. Djokovic harus bekerja keras untuk menutup kelemahan Ivanovic. Tapi itu tak cukup.
Spanyol akhirnya menjadi juara Hopman Cup 2013, dengan kemenangan 6-4 7-5. Ini merupakan gelar keempat mereka setelah 1990, 2002, dan 2010.