Ferrer yang Berhati Besar
Tahun 2011, David Ferrer berhasil menembus semifinal Australian Open untuk kali pertama, tapi langsung dihentikan Andy Murray, lewat pertarungan empat set.
Tahun ini bisa saja berbeda, karena Ferrer sedang on fire. Sebelum turun di Melbourne Park, dia berhasil mempertahankan gelarnya di Auckland.
Tahun lalu, dia meraih gelar ATP 1000 pertamanya di Paris. Ini sekaligus menggenapi tujuh gelar ATP nya di tahun 2012, atau yang terbanyak dibanding petenis lain.
Sementara Nicolas Almagro, hingga saat ini masih berada di bawah bayang-bayang petenis Spanyol lainnya seperti Fernando Verdasco, Ferrer, dan tentu saja Rafael Nadal.
Almagro tak pernah menjuarai turnamen-turnamen besar. Dia sudah mengantongi 12 gelar, tapi 10 di antaranya didapat dii turnamen ATP 250 dan dua sisanya dari ATP 500.
Di turnamen ATP 1000, jangan kan untuk juara, mencapai final pun dia belum pernah. Perempatfinal ini adalah pencapaian terbaiknya di Australian Open.
Menghadapi Ferrer yang sudah mengalahkannya di 12 pertemuan sebelumnya, Almagro tak diunggulkan untuk memenangi pertandingan.
Tapi Almagro memegang kendali di awal permainan. Dia berhasil mengambil set pertama dengan 6-4 dalam 34 menit. Set kedua berakhir dengan poin sama, 6-4, dalam 42 menit.
Di set ketiga, kedua petenis saling melancarkan bola-bola keras. Ferrer berulang kali menyulitkan dengan mengirim bola dari sudut ke sudut pertahanan Almagro.
Ferrer berhasil menahan laju Almagro dengan kemenangan 7-5 di set ini.
Di set keempat, Ferrer mulai memegang kendali. Kemenangan 7-6 tiebreak 7-4 seolah menjadi tanda kemenangan sudah ada di tangannya.
Tanpa mengalami banyak kesulitan, Ferrer menutup set kelima dengan 6-2 dalam 35 menit, sekaligus memastikan diri lolos ke semifinal.
Dengan tinggi “hanya” 175 meter, Ferrer memang terbilang kecil dibanding banyak petenis lainnya. Tapi Ferrer sekali lagi membuktikan kalau dia memiliki hati yang besar.
Di semifinal, Ferrer akan bertemu antara Novak Djokovic dan Tomas Berdych.