Li Na Mempesona
Sebelum pertandingan di Australian Open 2013, Li Na dan Agnieszka Radwanska sudah sembilan kali bertemu, lima kali terjadi dalam enam bulan terakhir. Li Na memimpin dengan kemenangan 5-4.
Dua petenis datang ke Melbourne Park dengan rasa percaya diri tinggi. Sejak enam bulan terakhir, Li Na berlatih dengan Carlos Rodriguez, mantan pelatih Justine Henin.
Li Na harus menjalani latihan keras, termasuk mengubah beberapa gaya permainan. Hasilnya, dia berhasil menembus perempatfinal Grand Slam untuk pertama kali sejak menjuari French Open 2011.
Rasa percaya diri Li Na sedang membumbung. Dan ketika sedang pede, petenis nomor satu Cina ini akan bermain sangat bagus.
Radwanska sejak 18 bulan terakhir berlatih di bawah asuhan Tomasz Wiktorowski, yang juga pelatih tim Fed Cup Polandia. Final Wimbledon 2012 adalah pencapaian tertingginya.
Aga - panggilan Agnieszka Radwanska - mengawali musim dengan baik. Dia sudah mendapat dua gelar, di Auckland dan Sydney, dan belum terkalahkan dalam 13 pertandingan terakhir, tanpa kehilangan set.
Tapi segala sesuatu ada akhirnya. Li Na berhasil memutus rekor fantastis Radwanska. Finalis Australian Open 2011 ini memenangi set pertama dengan 7-5 lewat pertarungan 66 menit.
Set kedua berjalan lebih mudah bagi Li Na, yang akhirnya menutup pertandingan dengan 7-5 6-3.
Li Na melakukan banyak kesalahan sendiri pada pertandingan ini, yakni 40. Tapi dia berhasil membuat Radwanska melakukan 21 error, atau yang terbanyak sejak turun di babak pertama.
Mengubah rekor pertemuan mereka menjadi 6-4, kemenangan Li Na sekaligus memastikan dia melaju ke semifinal untuk ketiga kali di Australian Open.
Pemenang laga antara Ekaterina Makarova dan Maria Sharapova akan jadi lawan Li Na selanjutnya.