x

Haas Kubur Mimpi Nole

Rabu, 27 Maret 2013 14:02 WIB
Editor: Pipit Puspitarini

Novak Djokovic datang ke Miami dengan status unggulan pertama dan juara bertahan. Dia punya mimpi menyamai prestasi Andre Agassi, mencatat hat-trick di Miami Masters.

Djokovic adalah pemegang tiga gelar di Miami (2007, 2011, 2012). Peluang untuk menjadi juara semakin besar menyusul absennya Roger Federer dan Rafael Nadal.

Para penggemar tenis banyak yang meramalkan dan menantikan pertandingan final antara Djokovic dan Andy Murray, seperti yang terakhir terjadi di Australian Open, Januari lalu.

Tapi, sekali lagi hitungan kertas kerap kali jauh dari kenyataan di lapangan. Setelah memenangi pertandingan babak kedua dan tiga dengan mudah, Djokovic tak berdaya kala bertemu Tommy Haas di babak keempat.

Haas yang sempat menghilang cukup lama karena cedera, merupakan peserta tertua di Miami Masters tahun ini. Petenis berdarah Jerman ini berusia 34 tahun, sembilan tahun lebih tua dari Djokovic.

Dengan usia yang tak muda lagi, Haas masih mampu bergerak dengan baik untuk menguasai setiap sisi lapangannya. Dia memiliki pertahanan nyaris sempurna, yang biasanya jadi kredit bagi Djokovic.

Saat berhasil menutup set pertama dengan 6-2, orang masih belum yakin bahwa Haas akan memenangi pertandingan ini, karena biasanya Djokovic akan bangkit di set kedua, lalu memenangi pertandingan.

Harapan sempat muncul saat Djokovic berhasil menyamakan kedudukan menjadi 4-4 di set kedua. Tapi Haas benar-benar menguasai pertandingan ini.

Ayah satu putri ini bernama Valentina ini akhirnya berhasil memutus harapan Djokovic untuk mempertahankan gelar, setelah menutup set kedua dengan 6-4.

Hasil ini mengubah rekor pertemuan Haas dengan Djokovic menjadi 3-4, sekaligus mengantarnya ke perempatfinal untuk menghadapi Gilles Simon, yang menang atas Janko Tipsarevic, 5-7 6-2 6-2.

Haas yang pada Januari 2010 menjadi warga negara Amerika Serikat merupakan petenis tertua yang berhasil mengalahkan nomor satu dunia, dalam 30 tahun terakhir.

Ini jadi kemenangan keduanya dari 14 kali bertemu petenis nomor satu dunia. Kemenangan pertamanya adalah saat melawan Andre Agassi pada perempatfinal Grand Slam Cup 1999.  

Haas pernah berujar akan mengayun raket selama mungkin hingga anaknya bisa menyaksikannya bertanding.

Selama bermain di Miami, Valentina dan sang istri, artis Sara Foster, selalu menemani dari kursi penonton. Sara adalah anak produser kenamaan, David Foster.

Perempatfinal lainnya akan mempertemukan unggulan ketiga, David Ferrer, dengan Jurgen Melzer. Ferrer lolos ke babak ini berkat kemenangan mudah atas Kei Nishikori, 6-4 6-2.

Sementara Melzer jadi satu-satunya non unggulan yang lolos ke perempatfinal, setelah menumbangkan petenis Spanyol yang juga bukan unggulan, Albert Ramos, 2-6 6-3 6-3.

Berita Terkini