Nadal Belum Terhenti
Apa kalebihan Grigor Dimitrov atas Rafael Nadal, selain lebih tinggi tiga sentimeter dan lima tahun lebih muda? Agak susah menjawab pertanyaan ini, karena Nadal memang nyaris unggul segalanya.
Saat mereka saling berhadapan di perempatfinal Monte Carlo Masters, Jumat (19/04/13), mungkin tak ada yang memprediksi pertandingan akan berjalan ketat dan berlanjut hingga tiga set.
Tapi itu lah yang terjadi. Dengan hati besar dan tak kenal takut, Dimitrov menghadapi The King of Clay, pemegang gelar di delapan penyelenggaraan terakhir event ini.
Set pertama adalah masa adaptasi bagi Dimitrov. Petenis Bulgaria ini harus menghadapi tekanan luar biasa dari Nadal. Bertahan habis-habisan, Dimitrov menyerah 2-6 di akhir set.
Set kedua menghadirkan cerita yang sangat berbeda. Dimitrov membombardir Nadal dengan pukulan-pukulan mematikan, hingga akhirnya menutup set ini dengan 6-2, dan memaksa rubber-set.
Ini adalah kali ketujuh Nadal harus bermain tiga set dari total 47 kali bertanding di Monte Carlo.
Set ketiga atau penentuan berlangsung menegangkan. Tak ada poin yang didapat dengan mudah. Nadal berhasil mematahkan servis Dimitrov pada game sembilan yang membawanya memimpin 5-4.
Memasuki game 10, Dimitrov dua kali memberi angka gratis untuk Nadal saat pukulan single backhand-nya tersangkut di net.
Dimitrov belum habis. Dengan tertatih karena kram yang menyerang dua kaki, petenis nomor 34 dunia ini masih bisa meraih poin dan mendapat deuce.
Tapi pada akhirnya, Nadal lah yang keluar sebagai pemenang. Petenis nomor lima dunia ini menyudahi sensasi Dimitrov dengan kemenangan 6-2 2-6 6-4, dalam dua jam delapan menit.
Nadal pun melanjutkan rekor tak terkalahkan dalam 45 pertandingan secara beruntun di Monte Carlo. Rekor keseluruhan pemegang 11 gelar Grand Slam ini adalah 47-1.
Jo-Wilfried Tsonga sudah menanti Nadal di semifinal.