Bulutangkis Kian Terkikis
Rexy Mainaky merasa prihatin terhadap minat masyarakat, khususnya generasi muda untuk menekuni dunia olahraga bulutangkis yang semakin hari kian terkikis.
"Semakin terkikisnya minat anak-anak muda kita untuk menekuni cabang olahraga ini disebabkan banyak hal, salah satunya adalah minimnya fasilitas lapangan," ucap Rexy.
Pemenang medali emas Olimpik Atlanta ini menuturkan jika pengembangan bulutangkis harus dimulai dari keluarga dan lingkungan. Maka pengembangan fasilitas bulutangkis perlu pelestarian yang baik.
“Lapangan tidak perlu yang mewah, bahkan hanya lapangan outdoor di sekitar rumah. Yang penting anak-anak dan masyarakat memiliki tempat untuk berlatih dan mengembangkan potensinya,” ujar Rexy.
Untuk memenuhi keinginan masyarakat dalam memiliki lapangan bulutangkis yang baik, Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) menjalin kerja sama dengan Coca cola Indonesia.
Pada tahap awal ini baru membangun dan memfasilitasi setidaknya 10 lapangan bulutangkis untuk area pemukiman beberapa kota di Pulau Jawa, salah satunya Kota Malang.
Rexy menjelaskan bahwa penyediaan lapangan ini termasuk perbaikan lapangan rusak serta penyediaan sarana dan prasarana pendukung seperti net, raket, shuttle kock, serta lampu lapangan.
"Program ini juga dirancang bersama-sama dengan warga setempat untuk menginspirasi masyarakat, terutama anak-anak muda agar mencintai bulutangkis," kata Rexy.
Dia mengakui sebenarnya banyak anak-anak berbakat dalam cabang bulutangkis, namun tidak punya fasilitas untuk mengembangkan bakatnya, bahkan untuk bermain, anak-anak harus menyewa lapangan.
"Kami berharap dengan adanya penyediaan fasilitas ini dapat menumbuhkan bakat anak-anak muda untuk olahraga bulutangkis pada masa mendatang,” harap Rexy.
“Dengan begitu, kejayaan bulu tangkis Indonesia pada masa lampau dapat terulang kembali," tutup Rexy.