Unisys Bungkam Djarum
Meski bermateri mayoritas pemain muda, klub asal Jepang, Unisys, mampu mengandaskan PB Djarum Kudus dengan skor 3-2. Tiga kemenangan berasal dari nomor tunggal.
"Ini di luar prediksi. Kami hanya ingin bisa masuk semifinal. Maka semua bermain dengan tenang," kata Shuichi Sakamoto usai pertandingan.
Tiga pemain tunggal yang mampu mempersembahkan kemenangan adalah Takuma Ueda yang menang atas Hayom Rumbaka, Kazumasa Sakai mengalahkan Thomi Azizan dan Takuto Inoue mengalahkan Bayu Pangisthu.
Sebenarnya Shuichi berharap mampu mencuri kemenangan dari nomor ganda. Bahkan pihaknya menurunkan salah satu pemain ganda terbaiknya yaitu Hiroyuki Endo yang turun bersama Kenichi Hayakawa.
"Sebenarnya kami mampu bersaing. Peluangnya 50:50. Tapi hasil akhirnya belum memberikan kami kemenangan," kata ia.
Pasangan Kenta Kazuno-Takuto Inoue kalah oleh Fran Kurniawan-Kevin Sanjaya dan pasangan Kenichi Hayakawa-Hiroyuki Endo menyerah kepada Mohammad Ahsan-Berry Angriawan.
Salah satu pemain Unisys Jepang yang turun didua nomor sekaligus yaitu Takuto Inoue menilai pertandingan di Djarum Superliga 2014 cukup ketat, apalagi kualitas pemain yang turun cukup seimbang.
Meski demikian, pemain ranking 229 dunia ini menilai sedikit ada hambatan sehingga permainannya kurang maksimal.
"Shuttlecock terlalu cepat sehingga susah untuk saya kendalikan. Maka butuh adaptasi dulu," kata Takuto Inoue usai pertandingan.
Kemenangan 3-2 atas PB Djarum Kudus menjadi bekal yang bagus untuk menghadapi pertandingan berikutnya. Unisys Jepang akan menjalani pertandingan melawan Guna Dharma Bandung