Perangi Hawa Dingin
Hawa dingin selalu menjadi kendala bagi atlet yang berasal dari nagara tropis. Pada All England 2014 ini, pebulutangkis Indonesia menghadapi suhu yang mencapai tiga derajat Celcius pada siang hari.
Suhu makin dingin memasuki malam yang bisa mencapai titik nol derajat Celcius. Tak hanya itu, Birmingham juga cukup berangin. Kondisi cuaca tentu berpengaruh pada kondisi tubuh atlet, terutama yang biasa tinggal di daerah tropis dengan suhu rata-rata 30 derajat Celcius.
“Pada pertandingan pertama, tubuh saya terasa agak kaku, jadi mengganggu pergerakan di lapangan. Mungkin karena cuaca yang dingin. Berarti saya mesti melakukan pemanasan lebih lama lagi dari biasanya,” beber Praveen Jordan, andalan Indonesia di ganda campuran.
“Cuaca dingin membawa pengaruh buat saya. Engkel kaki saya terasa ngilu. Mungkin karena ini pertandingan pertama, jadi tubuh juga masih beradaptasi. Ini menjadi bahan pembelajaran, selanjutnya saya mesti lebih panas sebelum memasuki lapangan pertandingan,” kata Tiara Rosalia Nuraidah, pemain ganda putri.
Untuk mengantisipasi suhu dingin, duta Indonesia di All England berusaha menjaga kondisi tubuh agar tidak terserang penyakit yang dapat mengganggu penampilan. Pemain juga menjaga asupan makanan yang dikonsumsi.
PBSI juga telah membekali mereka dengan suplemen serta vitamin yang dapat menjaga daya tahan tubuh guna memaksimalkan performa.