x

Bellaetrix Terlalu Tegang

Jumat, 14 Maret 2014 14:39 WIB
Editor: Irfan Fikri

Peluang pemain putri Indonesia untuk meraih gelar juara Swiss Open Grand Prix Gold 2014, hanya tersisa di nomor ganda, setelah semua pemain tunggal terhenti, termasuk Bellaetrix Manuputty.  

Saat melawan Zhang Beiwen, sejatinya Bellaetrix mampu mengimbangi pemain asal Amerika Serikat ini. Namun di poin-poin kritis sering kali dirinya tak bermain fokus, bahkan cenderung monoton.

Bellaetrix mengakui, ia bermain seperti robot, sehingga mainnya monoton tanpa ada variasi pukulan atau bola-bola yang membahayakan lawan.

“Lawan itu mainnya menyerang. Cuma tadi saya mainnya benar-benar kaya robot. Permainan saya datar,” ucap ia.

“Saya tidak tahu kenapa. Cuma saya hanya memetik dari pertemuan ini. Saya harus bisa lebih fokus dan lebih bisa tenang di poin-poin kritis,” jelas Bellaetrix menambahkan.

Nomor putri tinggal tersisa pasangan Nitya Krishinda Maheswari/Greysia Polii dan Pia Zebadiah Bernadet/Rizki Amelia Pradibta. Nitya/Gres melaju yang melaju ke perempat final.

Di perebutan tempat menuju semifinal, Nitya/Greysia akan bertemu unggulan utama Christinna Pedersen/Kamilla Ryhter Juhl. Rekam jejak pasangan Indonesia ini lebih baik ketika bertemu Christinna/Kamilla karena selalu menang dalam dua pertemuan sebelumnya.

Pasangan Indonesia lainnya Pia/Rizki akan berjumpa pasangan Korea Jang Ye Na/Kim So Young. Ini merupakan kesempatan bagi Pia/Rizki untuk membalas dua kekalahan dalam pertemuan sebelumnnya.

Berita Terkini