3 Tunggal Putri Tumbang
Ketua PB Djarum Kudus, Yoppy Rosimin mengatakan, sebenarnya secara teknik mereka tidak kalah dengan lawan-lawannya pada babak pertama.
"Menurut saya yang perlu dibenahi adalah fisik mengingat mereka terutama Febby Angguni dan Ana Rovita kalah dari lawannya dalam tiga game dengan angka yang tipis," kata Yoppy menegaskan.
Ana Rovita yang kini menempati peringkat 107 dunia tersebut harus mengakui keunggulan pemain asal Taiwan Hsu Ya Ching dengan tiga game 21-14,15-21,15-21.
Dengan kekalahan ini maka skor pertemuan kedua pemain sekarang ini menjadi 1-1 pada pertemuan sebelumnya Ana unggul atas pemain Taiwan yang menempati peringkat 53 dunia tersebut.
Pada babak kedua pemain Taiwan tersebut akan menghadapi pemain Jepang Ayumi Mine yang sebelumnya menyingkirkan unggulan ketujuh dari India Arundhati Pantawane dengan tiga game 12-21,23-21,21-19.
Febby Angguni yang menempati peringkat 48 dunia harus mengakui keunggulan pemain asal Jepang Kana Ito yang memiliki peringkat dunia 87 dunia juga dengan tiga game yaitu 17-21,21-14, dan 18-21.
Pada babak kedua, Kana Ito akan menantang unggulan kedua dari Tiongkok Yao Xue yang sebelumnya menyingkirkan pemain Indonesia lainnya Millicent Wiranto dengan dua game langsung 21-12,21-10.
Tunggal putri Djarum Kudus lainnya Dinar Syah Ayustine juga gagal melangkah ke babak kedua setelah dikalahkan pemain India Tanvi Lad dengan dua game langsung 19-21,17-21.
Pada babak kedua, Tanvi akan menghadapi rekannya Thulasi PC yang sebelumnya mengalahkan Pai Yu Po dari Taiwan dengan tiga game yaitu 16-21,21-16,21-17.
Berdasarkan laman PB PBSI, pemain pelatnas asal Djarum Kudus Maria Febe Kusumastuti melangkah ke babak kedua kejuaraan bulutangkis berhadiah total 120 ribu dolar Amerika Serikat setelah menyingkirkan pemain Singapura, Chen Jiayuan dengan dua game langsung 21-14 dan 21-9.
Kemenangan Maria Febe atas tunggal putri Singapura pada babak pertama ini sekaligus mengubah rekor pertemuan kedua pemain itu menjadi 3-0 untuk Febe.
Febe mengaku dapat mengeluarkan kemampuannya pada pertandingan perdana ini karena sepanjang pertandingan ini mampu menjaga konsentrasi dan tidak terburu-buru. Ini terbukti Febe selalu mengungguli skor Chen terutama pada game kedua dan tak terkejar saat sudah unggul 19-9.
"Lawan memiliki postur tubuh tinggi dan pukulannya tajam, dan dia sepertinya tidak suka diajak bermain reli, sedangkan saya lebih unggul di bagian ini. Lama-lama lawan banyak mati sendiri," kata Febe.
"Pada game kedua, poin lawan ketinggalan cukup jauh karena lapangan dia menang angin. Kalau tidak bisa mengontrol, ya' bolanya sering keluar," kata Febe menambahkan.
Pada babak kedua, Maria Febe akan bertemu pemenang antara unggulan kedelapan dari Tiongkok Deng Xuan melawan Natcha Saengchote dari Thailand. Kalau bertemu dengan Deng Xuan skor pertemuannya sekarang masih 1-1.
"Pada pertemuan terakhir, saya bisa menang dari Deng. Tetapi pertandingannya sengit soalnya tipe permainan Deng sama dengan saya. Pada pertemuan sebelumnya, saya lebih tahan dari dia dan bermain lebih safe, tidak banyak melakukan kesalahan sendiri,"ujar Febe.
"Bola-bola lob dan chop-nya juga cukup bagus," pungkas Febe.