Kanker Hati Renggut Nyawa Baltacha
Petenis wanita yang dilahirkan di Ukraina dan dibesarkan di Skotlandia ini, mengungkapkan kepada publik bahwa dia menderita kanker pada Maret lalu.
Baltacha, pernah menjadi petenis nomor satu Inggris selama hampir tiga tahun, sampai akhirnya menyatakan pensiun pada 2013.
Baltacha mengetahui bahwa dirinya sudah mengindap kanker yang cukup parah, sejak pertengahan Januari 2014, atau dua bulan setelah menyatakan pensiun dari tenis profesional dan beberapa minggu setelah menikah.
"Dia merupakan seseorang yang luar biasa dan dia menyentuh orang dengan semangatnya, kehangatannya dan kebaikannya," kata suami yang juga pelatihnya, Nino Severino.
Meski menderita sakit parah dan dirundung masalah cedera, Baltacha berhasil lolos ke putaran ketiga kejuaraan Australia Terbuka pada 2005 dan 2010, serta meraih urutan nomor 49 dunia.
Selama karirnya, dia meraih 11 gelar juara tunggal, dan mencapai putaran ketiga Wimbledon 2002 dan menjadi bagian dari tim Piala Fed Inggris Raya selama 11 tahun.
"Hari ini kami kehilangan sebuah cahaya berkilau di dunia tenis Inggris - sebuah contoh, pesaing yang hebat dan teman yang luar biasa,” ujar Kepala Asosiasi Tenis Lapangan Rumput Inggris, Iain Bates.
Untuk menunjukkan aksi simpatik, sejumlah petenis dunia akan hadir dalam acara penggalangan dana untuk melawan kanker, 15 Juni mendatang.
Antara lain, Andy Murray, Ross Hutchins, Martina Navratilova, Tim Henman, Greg Rusedski, Jamie Murray, Jonny Marray, Anne Keothavong dan Heather Watson.