Indonesia Waspadai Singapura
"Pertandingan pertama biasanya tidak mudah. Jadi, kita tidak boleh menganggap remeh lawan," kata Christian ketika ditemui di arena Siri Fort Sports Complex New Delhi, India.
Mantan pemain spesialis ganda putra itu mengatakan, meskipun peringkat Singapura saat ini jauh di bawah Indonesia, timnya perlu fokus untuk memenangi pertandingan.
"Di atas kertas pemain kita memang lebih unggul. Akan tetapi, jika tidak fokus atau terlalu santai, mungkin bisa-bisa ada masalah, misalnya cedera saat bertanding atau lainnya yang merugikan diri sendiri," kata dia.
Sementara itu, mengenai situasi arena pertandingan di New Delhi ini, Christian mengatakan tidak masalah meskipun ada keluhan mengenai angin atas yang terkadang berembus kencang.
"Tiap stadion berbeda kondisinya. Pemain-pemain kita sudah berpengalaman bermain di berbagai stadion. Jika ada masalah, misalnya, soal tiupan angin, hal itu juga akan dirasakan oleh lawan," ujar ia.
Dilihat dari peringkat dunia, tambah dia, hampir semua pemain Indonesia, baik di tunggal maupun ganda, berada di atas pemain Singapura.
Pada tunggal putra pemain terbaik Singapura saat ini, Zi Liang Wong, berada di urutan 41, sedangkan di ganda putra, Danny Chrisnanta/Chayut Triyachart, masih di urutan 61.
Christian juga mendukung sistem peringkat yang mulai dipakai Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) di Piala Thomas dan Piala Uber tahun ini.
"Dengan demikian, tidak ada lagi tim-tim yang pilih-pilih lawan di babak perempat final. Semua tim harus berusaha jadi juara grup," tutup dia.