Kvitova Vs Bouchard, Duel Juara Wimbledon 2011
Sejak prestasi itu, Kvitova selalu gagal melangkah ke final turnamen grand slam sampai akhirnya Wimbledon menobatkan dia sebagai salah satu finalis tunggal putri tahun ini.
Wanita Ceko berusia 24 tahun itu diunggulkan pada posisi keenam. Dia akan berhadapan dengan Bouchard yang menyandang sebagai petenis pertama Kanada yang mampu melaju ke final grand slam.
Bouchard yang diunggulkan pada posisi ke-13 turnamen belum pernah kalah satu set pun pada Wimbledon 2014. Dia juga memiliki reputasi sebagai semifinalis Australia Terbuka 2014 dan Prancis Terbuka 2014.
Yang pasti, dua finalis tunggal putri itu kelahiran 1990-an dan itu adalah yang pertama terjadi pada partai puncak grand slam. Sebuah kehormatan bagi Wimbledon.
1. Bouchard, Juara Wimbledon Junior 2011
Turnamen bergengsi Inggris itu tak asing bagi Bouchard. Dara 20 tahun itu pernah menjadi kampiun tunggal putri junior turnamen itu pada 2011.
Tahun ini penampilan Bouchard memang mengesankan. Dia melaju ke semifinal dua grand slam sebelumnya, padahal baru mengikuti total enam turnamen pada 2014.
Dua petenis berkelas, Serena Williams dan Maria Sharapova, menjadi penghalang Bouchard untuk melangkah ke final Australia Terbuka dan Prancis Terbuka 2014.
2. Impresif di Semifinal
Penampilan paling impresif Bouchard adalah ketika menjungkalkan unggulan ketiga Wimbledon 2014, Simona Halep, di babak semifinal hanya dengan hitungan straight set.
"Saya menantikan pertandingan yang terketat di Wimbledon sejauh ini. Saya hanya inbgin bertanding, mengerahkan segala yang terbaik, dan memanfaatkan setap peluang. Saya tahu akan menghadapi lawan keras. itulah yang akan Anda dapat ketika melangkah ke final grand slam," tutur Bouchard yang dilansir BBC.
Kalau Bouchard sukses menjadi kampiun Wimbledon, dia akan menorehkan rekor sebagai juara termuda kedua grand slam, setelah Sharapova menjuarai AS Terbuka 2006 pada usia 19 tahun.
3. Kvitova, Kampiun Wimbledon 2011
Namun, jalan Bouchard menuju tangga juara tak bakal mudah. Kvitova telah membuktikan sebagai petenis bertalenta dengan mencium trofi Juara Wimbledon 2011. Pada tahun itu pula turnamen di mana Bouchard merebut juara di tingkat junior.
"Saya banyak belajar pada 2011. Itu kejutan besar bagi saya dan saya berada di koran-koran dan jadi berita semuanya. Sesuatu yang belum pernah saya alami," sebut Kvitova. "Saya sudah terbiasa dan saya kemungkinan besar telah tahu apa yang harus saya lakukan. Saya berharap pengalaman itu membantu saya (memenangi trofi Wimbledon kedua)."
Kvitova yang kidal juga punya rekor Steffi Graf dan Williams bersaudara, Venus-Serena, untuk disamai. Yup, Kvitova akan menjadi petenis keempat yang mampu menjuarai Wimbledon lebih dari sekali, sejak era 1990.
Dalam jalan menuju final, Kvitova tak pernah menemui lawan berperingkat dunia dalam lingkar 10 besar. Tren itu akan berlanjut jika dia mampu melibas Bouchard yang saat ini berposisi ke-13 dunia.
Namun, prestasi Kvitova patut digarisbawahi ketika menghentikan Juara Wimbledon lima kali, Venus Williams, pada babak ketiga. Berikutnya, dia menuntaskan perlawanan dua rekan senegara Ceko, Barbora Zahlova Strycova dan Lucie Safarova pada perempatfinal dan semifinal.
Apapun hasil akhir final tunggal putri Wimbledon 2014, ini adalah tahun ketiga secara beruntun di mana tiga grand slam pertama dimenangi oleh tiga petenis berbeda. Setelah Li Na sukses di Melbourne, Sharaprova menjadi kampiun di Paris. Kini, apakah Kvitova atau Bouchard yang bakal menjadi kampiun di London?