Gagal di Denmark, PBSI Lakukan Evaluasi
Kontingen Indonesia harus pulang tanpa membawa satu gelar pun dari Denmark Terbuka 2014 di Odense setelah satu-satunya wakil di partai final, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir kalah dari ganda campuran China, Xu Chen/Ma Jin.
Padatnya kompetisi dalan setahun ini dituding sebagai penyebab kurang maksimalnya penampilan para pemain Indonesia di kejuaran berhadiah 600.000 dolar AS atau Rp7,2 miliar (kurs Rp12.003) itu.
Hal ini tentu jauh dari ekspektasi publik, seperti kepada pasangan ganda campuran Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir belum lama berhasil meraih medali emas pada gelaran Asian Games Incheon 2014 lalu. Apalagi lawan yang mereka hadapi di partai final lalu, adalah pasangan yang berhasil mereka kandaskan di final Asian Games.
"Pemain naik turun itu biasa karena kompetisi dalam setahun ini padat. Yang jelas peta persaingan semakin seimbang dan merata. Contoh pada ganda putra ada ancaman baru, yakni Fu Haifeng/Zhang Nan," ujar Nusron melalui pesan singkat kepada INDOSPORT.
Nusron menambahkan organisasi-nya akan melakukan evaluasi terkait prestasi pemain dalam setahun ini. Dia juga mengatakan kontingen Indonesia yang berangkat ke Denmark tidak bisa begitu saja dinilai gagal, karena itu mereka akan melakukan evaluasi secara menyeluruh.