Frustasi Penyebab Kekalahan Hayom Di All England?
Berhadapan dengan pebulu tangkis Jepang, Sho Sasaki di babak dua, Hayom kalah rubber game, 21-18, 14-21 dan 18-21, dalam waktu 66 menit. Kekalahan ini tentu sangat menyakitkan bagi Indonesia karena dengan demikian, tak ada lagi wakil Indonesia di sektor tunggal karena nomor tunggal putri telah terhenti di babak pertama.
Legenda bulu tangkis Indonesia, Susi Susanti, sempat menaruh harapan pada Hayom, namun tak juga bersambut. Menurutnya, persoalan yang dihadapi Hayom sejak lama adalah kematangan mental. Saat berhadapan dengan lawan, permainan Hayom kadang tak stabil dan tidak konsisten.
"Dia seringkali frustasi di saat sulit. Kalau di set pertama kalah, untuk naiknya lagi susah, jadi kesannya ga semangat," kata Susi Susanti saat dihubungi INDOSPORT.
Seharusnya, kata dia, Hayom perlu menerapkan strategi lain saat pertandingan tidak berjalan sesuai perkiraan. Kuncinya ada pada sikap pantang menyerah yang harus dipelihara oleh semua pemain.
Juara empat kali All England di nomor tunggal putri ini sangat menyayangkan kondisi Hayom ini. Jika tak segera merubahnya, Hayom akan mendapat kesulitan. Terlebih usainya akan semakin menjauhi usia muda.
"Sebetulnya dia punya potensi dari dulu," ucap Susi.