4 Alasan PBSI Andalkan Pemain Muda di Piala Sudirman
Tercatat Indonesia mengirimkan, Jonathan Christie, Ihsan Maulana Mustofa, Firman Abdul Kholik, Kevin Sanjaya Sukamoljo, dan Hanna Ramadini yang masih terbilang pemain-pemain muda, bahkan Firman bisa dibilang yang termuda karena masih 17 tahun.
Bukan tanpa alasan Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) mengirimikan atlet-atlet mudanya untuk mengharumkan nama bangsa dan untuk mencoba merebut kembali supremasi kejuaran beregu ini.
Piala Sudirman sendiri sudah berlangsung sejak 1989, dimana kala itu Indonesia keluar sebagai juaranya. Namun selepas itu, Indonesia hanya mampu mencapai babak final dan belum mampu membawa kembali gelar juara. Terhitung Indonesia mampu melangkah ke babak final sebanyak 7 kali dari 13 kali perhelatan Piala Sudirman dan hanya sekali menjadi juara, dimana gelar juara itu diraih saat Piala Sudirman pertama kali bergulir pada 1989. Hingga saat ini, gelar tersebut adalah gelar pertama dan terakhir bagi Indonesia di ajang Piala Sudirman.
Berikut INDOSPORT beberkan alasan-alasan Indonesia menurunkan para atlet mudanya dalam merebut Piala Sudirman di Dongguan, China.
1. Menambah Jam Terbang Pemain
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI, Rexy Mainaky menilai bahwa saat ini para pemain tunggal putra di Pelatnas masih kurang jam terbang, dan masih butuh banyak pengalaman dalam pertandingan-pertandingan seperti ini.
"Pemain tunggal putra harus jujur jam terbang memang belum cukup, saat ini memang mereka akan di 'tempelengi' oleh pemain-pemain lain, tapi saya yakin satu atau dua tahun lagi mereka yang akan 'nempelengi' balik," jelas Rexy.
2. Regenerasi Pemain
Sudah beberapa tahun lalu Indonesia sangat minim akan gelar prestasi di nomor tunggal putra, beberapa legenda bulutangkis Indonesia berpendapat hal ini karena Indonesia terlena oleh pemain-pemain yang ada, dan lupa untuk melakukan regenerasi.
Mengomentari hal itu, Ketua Umum PP PBSI, Gita Wirjawan menilai, dikirimkannya para pemain muda ini salah satunya juga sebagai investasi dan regenari di masa depan.
"Saya rasa ini akan jadi bibit investasi bagi kita di kemudian hari, ini sulit untuk bisa menjawab tanpa adanya investasi (pemain), kaderisasi, tapi ini hanya waktu yang bisa menilai," terang Gita saat pelepasan tim Piala Sudirman.
3. Kemungkinan Besar Melakukan Kejutan
Nomor tunggal putra Bulutangkis memang masih didominasi oleh China, namun bukan berarti Indonesia tidak punya peluang dalam Piala Sudirman kali ini. Bahkan pemain-pemain under-dog kerap memberikan kejutan dengan keluar sebagai pemenang.
Hal senada disampaikan oleh andalan Indonesia di nomor ganda campuran, Liliyana Natsir yang berharap para pemain muda Indonesia ini dapat memberikan suatu kejutan dalam kejuaraan kali ini.
"China memang masih dominan, karena mereka merata di semua nomor. Di Piala Sudirman kali ini, Indonesia banyak yang junior, dan saya harap mereka bisa bikin kejutan. Kalau mereka dikasih kesempatan mereka pasti bisa," kata Butet sapaan akrab Liliyana.
Perebut medali emas Asian Games 2014, Greysia Polii menilai, sebagai pemain under-dog tidak ada beban untuk bermain, namun masih memberikan permainan terbaik. "Kita kemarin (Asian Games 2014) mainnya nothing to lose, bermain lepas, dan malah akhirnya juara," terang pasangan Nitya Krishinda ini.
4. Nomor Ganda Campuran, Ganda Putra, dan Ganda Putri untuk Mencari Poin
Indonesia berani menurunkan beberapa pemain muda di sektor tunggal bisa dibilang karena sektor pengumpul poi nada di nomor ganda. Pasangan Tontowi/Ahmad, Akhsan/Hendra, dan Greysia/Nitya yang akan menjadi tulang punggung Indonesia dalam mengumpulkan poin di kejuaraan beregu ini.
Terlebih Piala Sudirman adalah pertandingan beregu yang mencari tiga poin dari lima nomor yang dipertandingan, kesempatan ini pula yang mungkin dijadikan PBSI untuk melatih jam terbang para pemain-pemain mudanya.
"Piala Sudirman nanti, yang saya fokuskan gimana saya bisa nyumbang poin untuk tim. Siapa yang turun di partai pertama saya harap bisa buka jalan untuk kita (menang), tapi saya sama Tontowi mau tampil pertama atau terakhir kita siap," kata Liliyana.
Hal senada juga disampaikan kapten tim Piala Sudirman Indonesia, Hendra Setiawan yang mengatakan, "Tugas kita (senior) untuk mencari poin, tugas kalian (junior) memberikan permainan terbaik sukur-sukur bisa mencuri poin."