x

Mantan Pelatih Taufik Hidayat Kritisi Tunggal Putra

Selasa, 12 Mei 2015 16:05 WIB
Penulis: Herry Ibrahim | Editor:
Mulyo Handoyo.


Seperti diketahui tunggal putra Indonesia gagal menyumbangkan poin saat berhadapan dengan Inggris di babak penyisihan grup C Piala Sudirman 2015. Tunggal putra Indonesia lewat Jonatan Christie takluk di tangan Rajiv Ouseph.

Pelatih yang sukses mengantarkan Taufik Hidayat medali emas Olimpiade 2004 ini cukup mengkritisi perihal tersebut. Baginya, skuat tunggal Indonesia yang dibawa belum pantas berlaga di kejuaran sekelas Sudirman Cup.

"Kualitasnya masih jauh. Karena bagi saya untuk untuk turnamen sekelas Sudirman Cup harus punya kualitas tersendiri", kata Mulyo kepada INDOSPORT saat ditemui di Gor Asia Afrika, Senayan, Jakarta.

Menurutnya lagi, dia cukup menyayangkan tentang kebijakan PBSI memakai pemain muda dalam Piala Sudirman kali ini.

"Saya tidak tau kebijakan yang dikeluarkan oleh PBSI. Tapi kalo sudah membawa nama negara dan bangsa, ya harus pemain terbaik. Karena kalau bawa yang muda harusnya di pertandingan ujicoba bukan sekelas turnamen seperti Sudirman Cup," tambah ia.

Dia juga mengatakan bahwa Piala Sudirman bukanlah ajang mencari pengalaman . Namun ajang membawa hasil dan mengharumkan nama bangsa.

"Di Piala Sudirman bukan cari pengalaman tapi cari hasil. Menurut saya belum pantas khususnya di tunggal putra," lanjutnya.

Seperti diketahui, PBSI memutuskan hanya membawa pemain muda seperti Jonatan Christie, Ihsan Maulana dan Firman Abdul Kholik untuk menggantikan nama senior macam Hayom Rumbaka maupun Simon Santoso di Piala Sudirman 2015. PBSI beralasan untuk menambah pengalaman dan jam terbang pemain bersangkutan. Namun, kebijakan PBSI dinilai kurang tepat oleh berbagai kalang, meski memang prestasi pemain senior sedang dalam sorotan.

PBSIJonatan ChristiePiala Sudirman

Berita Terkini