Anthony: Doa Saya Terkabul
“Waktu hari Minggu (31/5), saya ikut teman-teman jajal lapangan di Istora. Dalam hati saya berharap ada pemain yang mundur sehingga saya bisa dapat tiket kualifikasi. Sempat pasrah karena saya waiting list keenam, agak kecil kansnya,” ungkap pemain kelahiran Cimahi, 20 Oktober seperti dilansir laman resmi PBSI.
Bagi pebulutangkis 19 tahun ini, kesuksesan itu merupakan berkah dari doa yang dipanjatkan.
“Hari latihan kan hari Minggu, jadwal saya ke gereja. Jadi di gereja saya berdoa semoga saya mendapat kesempatan untuk bermain. Ternyata doa saya terkabul, bahkan hasilnya lebih baik, saya bisa lolos ke babak utama,” sambung peraih medali perunggu Asian Youth Games 2014.
Langkah Anthony ke babak utama tak diperoleh dengan mudah. Di laga kualifikasi pertama, ia sukses menyingkirkan pemain senior, Andre Kurniawan Tedjono dua set langsung, 21-15, 21-16. Pada laga kualifikasi kedua, Anthony menyingkirkan pemain senior lainnya, Sony Dwi Kuncoro.
“Waktu berhadapan dengan Sony, saya ingat pertemuan terakhir kami di Vietnam International Challenge 2015. Saat itu saya kalah karena dia bermain lebih pintar. Saya banyak kecolongan. Kali ini saya banyak menguras fisik lawan, karena Sony sudah tidak muda lagi,” tandas Anthony.